Search
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1126
SitindaonNews.com - Parade Ulos dan Orasi Ulos disampaikan oleh Rytha Tambunan, dosen Antropologi FISIP USU, dalam rangka Perayaan Hari Ulos hari Kamis, 17 Oktober 2019 di Kota Medan.
Pada 17 Oktober 2014, Ulos Batak ditetapkan sebagai salah satu dari 7 warisan budaya tak benda melalui surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Nomor : 5418/LL/2015, sehingga dicanangkan akan menjadi hari Nasional.
Indahnya perbedaan dalam pesta perkawinan adat Karo dan Toba, semua bersaudara dalam bahagia dan penuh sukacita???
Berikut video nya
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 2211
Tudu-tudu sipanganon berupa daging babi sebagai media dalam memulai pelaksanaan sebuah adat suku Batak Toba yang diawali dengan makan bersama.
Sitindaon News, Medan - Rencana Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang akan menjadikan Danau Toba sebagai kawasan Wisata Halal dengan mengatur soal pemotongan hewan Babi dan mendirikan beberapa mesjid di sekitar Danau Toba, mendapat reaksi dan penolakan dari warga suku Batak yang bermukim di sekitar Danau Toba maupun yang tinggal di daerah lain.
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1336
Kuyang si hantu wanita dari Kalimantan.
Sosok setan atau iblis Kuyang tiba-tiba saja menjadi topik pembicaraan hangat di media sosial khususnya twitter. Kuyang menjadi kata atau hastag yang digunakan dalam lebih dari 11 ribu cuitan pada hari Selasa, 27 Agustus 2019.
Populernya setan Kuyang bukan tanpa alasan, sejak Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur, setan Kuyang langsung jadi perbincangan karena berasal dari pulau Kalimantan. Tidak hanya sektor pariwisata dan kuliner Kalimantan saja yang jadi sorotan, setan Kuyang pun ternyata ikut terlibat di dalamnya.
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 860
etnis Hakka di Kalimantan
Lebih satu dekade lalu, sulit bagi siapa pun—kecuali sejarawan pemerhati Tionghoa—mencari informasi tentang Republik Lanfang di Kalimantan Barat. Kini, tinggal ketik kata kunci “Lanfang Republic” di search engine dan klik, lalu seabrek informasi tentang republik pertama di Asia itu tersedia.
Prof Yuan Bingling, sinolog Universitas Fudan dan peneliti sejarah kongsi di Kalimantan Barat, membebaskan kita untuk mengakses bukunya, Chinese Democracies: A Study of the Kongsis of West Borneo, secara gratis. Sebuah stasiun televisi swasta di Jakarta sempat mendokumentasikan kisah Republik Lanfang, lengkap dengan rekonstruksi suasana 200 tahun lalu.