Top Stories
-
Lebih Sehat Mana: Gula Pasir Atau Gula Aren
-
Sebelum Terlambat, Batasi Konsumsi 7 Makanan Yang Dapat Merusak Ginjal
-
Benny K Harman: Amarah Rakyat Harus Dilihat Sebagai Peringatan Keras Kepada DPR
-
Breaking News: Prabowo Resmi Copot Sri Mulyani Dan Budi Arie
-
Kenali Tanda Spoofing, Banyak Modus Baru Penipuan Online
-
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Search
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1340
SitindaonNews - Medan. Kepengurusan Punguan Sitindaon Kota Medan periode 2016 - 2019 telah berakhir sejak bulan Januari 2019 yg lalu.
Mengingat kesibukan para anggota dalam pekerjaan maupun dalam mengikuti tahun politik, maka semula direncanakan pemilihan pengurus baru akan dilaksanakan bulan April kemarin.
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1218
Foto almarhum Rommel Sitindaon (A. Septian Sitindaon) semasa hidupnya.
Pimpinan dan seluruh staff PT. SITINDAON MEDIA SAKTI GROUP, turut berduka cita yg sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Rommel Sitindaon (A. Septian Sitindaon),
anggota Punguan Raja Sitindaon Boru Bere dohot Ibebere Kota Medan, pada hari Selasa tanggal 26 Maret 2019 di Medan.
Semoga kiranya almarhum di terima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dan ketabahan serta kesehatan.
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1035

Lokasi peribadatan warga Watubonang. (Charolin Pebrianti/detikcom)
Jakarta - Sebanyak 52 warga Ponorogo pindah ke Malang akibat termakan doktrin 'kiamat sudah dekat'. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Bupati Ponorogo hingga kepolisian turun tangan.
"Pertama, itu harus diidentifikasi itu siapa kiai yang bikin doktrin sampai kemudian menimbulkan kemudaratan hidup. Karena doktrin dia itu kan jenis doktrin yang mengandung unsur-unsur membahayakan warga," kata Ketua Bidang Infokom MUI KH Masduki Baidlowi saat dihubungi, Rabu (13/3/2019).
Read more: MUI Minta Polisi Identifikasi Pendoktrin 'Kiamat Sudah Dekat' di Ponorogo
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1350

dalihan natolu falsafah orang batak toba
Au Do Sude
sitindaonNews - "Berengma annon, molo dang adong au, dan mardalan i sude, ai saleleng on au do sude, au do paturehon saleleng on, mambaen konsepna pe au do, hepengku do godang habis saleleleng on mangurus on tusan dohot tuson, pokkokna au ma sude"
- Details
- Category: Budaya
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1033

Eny Kartikawati - Wolipop
Ilustrasi wanita memakai baju merah saat Tahun Baru Imlek. Foto: Dok. iStock
Jakarta - Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ini dirayakan dengan berbagai cara. Salah satunya memakai baju berwarna merah. Kenapa warna merah?
Pakar fengshui, Suhu Yo, mengungkapkan baju warna merah menjadi salah satu perlengkapan wajib saat Tahun Baru Imlek. "Warna merah itu warna yang menggambarkan kegembiraan," ujar Suhu Yo kepada Wolipop baru-baru ini. Dia juga menambahkan, menggunakan baju warna merah menyimbolkan kehidupan manusia seperti kembali baru.
Read more: Alasan Baju Merah Banyak Dipakai Saat Tahun Baru Imlek