Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 824
Rumah Sakit Cikini kena banjir juga, 25/02/20 (fb katakita)
SitindaonNews.Com | Dulu banjir 5 tahunan kita sudah marah2 kepada Ahlinya..
Sang ahli turun datang pak tukang kayu masih banjir tapi dia berbuat sesuatu, mulai ada pembersihan segala penampungan air. Hasilnya sedikit demi sedikit banjir berkurang.
Lalu si tukang kayu digantikan si mulut jamban (menurut gerombolan wiro sableng). Dia melanjutkan pekerjaan si tukang kayu dan benar2 berhasil mengurangi banjir. Tetapi begitu banyak yg memuji, ada satu daerah yg dulunya langganan banjir terkena banjir 2 hari saja langsung ada 'nabi' dari Bandung bilang mengharapkan ada pemimpin yg amanah yang gak takabur...
Si mulut kasar ini kalah akibat ayat dan mayat oleh penata kata 2017.
2018 anggaran banjir dikurangi tapi syukur curah hujan kecil jadi gak banjir besar.
2019 anggaran banjir dipotong lagi 500M. Pasukan oranye menghilang dari Jakarta (cuma ketemunya kalo kita ke kelurahan.. itu juga cuma bisa bilang: "Terusss.. terusss... yak.. stop"). Curah hujan juga rendah. Amaaaaan. Palingan cuma kasus air antri untuk masuk ke dalam bumi.
2020.... jeng jeng.....
1Jan: di tengah perayaan pergantian tahun yg menurut orang sakti mandrabokir adalah haram.. banjir melanda Jakarta. Warga Jakarta yg lama gak menyapa si banjir, harus berkenalan lagi dan mulai akrab dengan banjir... muncul video "Air masuk ke dalam bumi... bukan dialirkan ke laut karena melanggar sunatullah"
25 Jan.. menjelang tahun baru imlek. Hujan besar lagi dan yakk.. banjir lagi dong. Ngungsi yu choi kata anak2 Jakarte...
Setelah itu wan aibon buat solusi 'cerdas' yaitu TOA. Di saat bersamaan ada 2 demo, satu menuntut class action oleh emak2 Jakarta, satunya si anggota DPD betina yg ajak2 jawara betawi yg bilang mendingan banjir air daripada banjir hutang (mau ngeledek si tukang kayu)
2 Feb, banjir menyapa lagi di hari minggu. Tapi cepat surut. Lagi rame2nya soal pohon2 di Monas yg ditebang dan hilang serta banjir di terowongan kemayoran yg ogah ditangani Pemda. Video banjir di Monas menghiasi medsos kita.
8 Feb, akhir pekan dini hari banjir kangen ama kita. Untung cepet surut sehingga sorenya sudah sebagian besar jalan bisa dilalui (walau masih ada yg tetap cukup dalam untuk dilintasi). Oh iya.. ini malem yg seharusnya kita makan lontong capgome... jadi batal deh makan lontong.
23 Feb banjir kembali hadir. YEAAAAAAYYYY! Mungkin karena di flyer2 kita suka sebut: "HADIRILAH.. DAN BANJIRILAH ACARA KKR INI... ". Sebagian rumah ibadat terpaksa membatalkan ibadah hari itu karena akses ke tempat mereka tertutup air. Saat yg sama lagi rame sama ucapan dungu si anggota kpai yg bilang kolam renang adalah media yg bisa membuat perempuan hamil. Kontan aja rame2 bilang... pak glue.. gadis Jekardah awas pada hamil pak. Udah 5 kali loh. Di Tipi masih aja ada puja puji kepada dewa mabok ini yg bilang: "Bersyukur aja deh warga Jakarta. Banjirnya di hari libur.."
25 Feb.. hari ini... tonight. Film Noah 6 diputar di bioskop2 kesayangan anda. NOH.. BANJIRNYA DI HARI KERJA. MAU NGOMONG APA LAGI PAK GEBLEK?
.... apakah masih ada susulan untuk melengkapi penderitaan rakyat Jakarta yg ketujuh kali?? Pak Jokowi.. apa bapak tega rakyat Jakarta ditempa sedemikian keras oleh penata kata? Kasian pak... jangan sampe banjir 13 kali pak... nanti Hakarta roboh kayak tembok Yerikho. Mungkin bapak bisa bantu menurunkan pemimpin yg kagak bisa kerja dan cuma poto2 dan maen tiktok doang??
Kalo presiden kagak tembus... oh Tuhan... tolonglah kami. "Mungkin ayat dan mayat telah dipakai untuk menaikkan beliau. Tolong jadikan dia mayat supaya kami bisa bacakan ayatnya", begitulah ada meme yg sempat beredar di medsos.
Saya sih setuju meme itu. Bagaimana dengan anda???
Henoch Wirawan
Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2880970198661885&id=100002467989737
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 722
Antara/Wahyu Putro A | Banjir di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Kawasan permukiman di Pasar Baru kembali terendam banjir pada Selasa (25/2) dini hari.
SitindaonNews.Com | Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (24/2) dini hari hingga Selasa pagi menimbulkan genangan yang merendam permukiman warga di Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pantauan Antara di Gang Kelinci II, Petak Arab, Pasar Baru, air sudah menggenangi permukiman warga setinggi 40 sentimeter (cm), padahal lokasi ini posisinya lebih tinggi dari permukiman warga di Gang Kelinci III.
Air naik dari pukul 03.40 WIB dari 20 cm perlahan bertambah naik menjadi 40 cm pada pukul 05.30 WIB. Pada 1 Januari 2020, kawasan permukiman warga di Gang Kelinci II dan III juga terendam banjir.
Begitu juga pada 24 Januari 2020, air setinggi 30 cm menggenang permukiman warga di Gang Kelinci III. Ketika itu, intensitas hujan tinggi mengguyur Jakarta dan sekitarnya.
Penyebab genangan diperkirakan, selain karena curah hujan yang turun sejak Senin malam hingga Selasa pagi, juga akibat luapan Sungai Ciliwung yang mengalir di sekeliling Pasar Baru. Luapan Sungai Ciliwung juga dikarenakan tinggi muka air yang terpantau di Pintu Air Manggarai mencapai level 945 cm atau siaga dua banjir dengan kondisi cuaca masih hujan.
Sejumlah warga di Gang Kelinci telah mengemasi barang elektronik dan barang rumah tangga lainnya supaya terhindar dari genangan.
"Duh saya sudah tidak bisa tidur dari jam 03.30 WIB, pikiran saya air bakal naik, ternyata benar naik," kata Mega, pemilik rumah di Gang Kelinci II.
Mega menyebutkan, hujan yang turun pada Ahad 23/2) juga sempat menggenangi rumahnya setinggi mata kaki (10 cm), namun tidak berlangsung lama. Air langsung surut dalam satu jam.
Mega telah memasang karung berisi pasir di depan pintu rumah dan pagar masuk rumahnya untuk menghalangi air masuk, namun upayanya sia-sia. Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur Jakarta Pusat dengan intensitas ringan, sesekali hujan angin sempat menerjang kawasan ini.
Sumber: .republika.co.id
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 827
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 12702
Pada akhirnya kebenaran akan mencari jalannya sendiri...
Suara hati pilu Ibu Jesika itu terbayarkan lunas. Orang keji itu akhirnya dipermalukan.
Anggota KPAI Siti Hikmawaty menerima karmanya atas fitnah keji yang dulu dilakukannya pada saya...
*****
Saya adalah ibu Jesika yg dimaksud Birgaldo Sinaga yg dua tahun lalu dengan sebuah pernyataan dr ibu sitti hikmawaty KPAI menghancurkan hati dan harapan saya utk mendapat keadilan...
dimana hatimu ibu...????????
1.Ibu menyatakan adam malik telah melakukan tugasnya sesuai prosedur padahal ibu tau mereka mengambil darah dr selangkangan anak saya tanpa minta izin dr saya org tuanya.
2. Ibu menyatakan anak sya dtg dlm kondisi parah berdasar rekam medis padahal ibu tau rekam medis sudah diragukan dan kami telah nyatakan kepada pihak kepolisian dgn bukti yg kami punya.
3. Ibu menyatakan anak saya menderita GBS sedangkan dokter Yazid saja yg menangani anak saya masih ragu menyatakan dia GBS maka saya disuruh ke adam malik utk cek lab.
4. Ibu menyatakan di media kami telah mediasi padahal itu bukan mediasi. Ibu bilang keterangan dokter yg menangani berbeda dgn keterangan kami maka ibu ingin menjumpakan kesaksian kami secara bersamaan.
Namun pada pertemuan itu ibu tidak membawa dokter dokter yg menangani anak saya. Ibu malah membawa pihak adam malik yg keberadaannya tidak ada pas saat kejadian.
Kalian ambil foto pertemuan itu seolah olah pertemuan itu bicara mediasi..lalu kalian umumkan telah ada mediasi.. Dan setelah berita itu terbit kami baru sadar kalau kami sudah terjebak???...
5. Ibu menyatakan bahwa ada pihak ketiga yg mengambil keuntungan utk menekan rumah sakitseolah olah rumah sakit adalah korban.
Tahukah kamu ibu, sebenarnya kamulah pihak ketiga itu yg mengambil keuntungan dr saya dan membodohi saya sehingga saya terjebak dlm pertemuan itu.
Buktinya setelah pertemuan itu ibu tak sekalipun memberikan kelanjutan atas kasus ini. Saya korbannya ibu bukan rumah sakit??.
Supaya ibu ketahui Tulang birgaldo adalah pihak ketiga yg mendengarkan jerit tangis kami utk mencari keadilan.
Dia dtg menghapus air mata kami dan berikan kami semangat utk mencari keadilan. Dua minggu tulang birgaldo disini mendampingi kami mencari keadilan dan kami tau pasti byk biaya yg sudah dikeluarkan.
Saat dia kembali ke jakarta niat hati kami ingin menggantikan biaya biayanya selama di medan tp dgn tulus ikhlas tulang birgaldo menolak amplop berisi uang yg kami berikan kepadanya.
Sampai sekrg saya bertanya tanya??
Apakah org sebaik ini yg ibu maksud pihak ketiga??? Apakah org sebaik ini yg ibu maksud mengambil keuntungan???
Lalu bagaimana dengan ibu sendiri????
Benar apa katamu tulang birgaldo, kebenaran akan mencari jalannya sendiri.
Orang orang yg curang dan tidak tulus di jalan yang benar akan dipermalukan dikemudian hari. Dua tahun yg lalu pernyataanya di media membuat hatiku hancur???.
Mudah sekali ibu membuat pernyataan tanpa memikirkan apa yg terjadi akibat pernyataan pernyataan yg ibu buat itu ???
Ibu Jesika Sianipar
Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2479003918979072&id=1820404924838978
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 665
(Foto: Istimewa)
SitindaonNews.Com | MS (23) mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) nyaris jadi korban pemerkosaan sopir angkutan kota (angkot). Beruntung mobil angkot yang dikemudikan pelaku Syarif Hidayat (22) itu terperosok ke jurang.
Insiden itu terjadi pada Jumat (21/2) malam pukul 23.58 WIB di Jalan Proyek Cipining, Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Saat itu, MS menggunakan angkot jurusan Wado-Sumedang untuk pulang kampung ke Cirebon.
"Korban saat itu baru turun dari mobil Elf dan meminta kepada pelaku untuk mengantar ke bundaran Alam Sari Sumedang," ucap Kasubbag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana kepada detikcom, Sabtu (22/2/2020).
Pelaku menyanggupi untuk mengantar korban sesuai tujuan. Korban pun akhirnya naik ke mobil angkot berpelat nomor Z 1902 AV itu.
Namun di tengah perjalanan, pelaku justru menggunakan arah yang berbeda seperti biasanya.
"Di perjalanan pelaku membelokkan arah sehingga menuju ke jalan Cipining, Kecamatan Cisitu, lalu pelaku memberhentikan kendaraannya dan berusaha memperkosa korban dengan cara mengancam akan membunuhnya," ujar Dedi.
Beberapa kali upaya pelaku memperkosa korban gagal. Upaya pertama gagal saat ada lampu menyorot ke arah angkot itu. Alhasil, pelaku batal memperkosa korban dan melanjutkan perjalanannya.
"Kendaraan yang dikemudikan berlari dengan cepat,akhirnya angkot yang dikemudikan tersangka terporosok ke dalam jurang," ujarnya.
Pelaku berupaya kabur saat mobil masuk ke jurang. Namun dia justru diamankan warga yang kemudian menyerahkan ke Polsek Cisitu.
Akibat insiden ini, korban mengalami luka dan dilarikan ke puskesmas.
"Usai ditangani di Puskesmas-puskesmas Cisitu, untuk perawatan lebih lanjut korban harus dirujuk ke RSUD Sumedang," tutup Dedi
Sumber: detik.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 581
Sebanyak tiga orang pekerja tewas setelah menara telekomunikasi roboh di Dusin IiI, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/2/2020). ( Foto: Ist )
SitindaonNews.Com | Sebanyak tiga orang pekerja tewas setelah menara telekomunikasi roboh di Dusun III, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/2/2020).
"Sebelum roboh, ketiganya sedang berada di atas menara. Mereka terjatuh dari atas ketinggian sekitar 42 meter," ujar Kepala Dusun III Desa Mekar Jaya, Poniman, Jumat (21/2/2020) pagi.
Poniman menyebutkan, identitas korban tewas adalah M Agus (25), warga Desa Paya Kerupuk, Kecamatan Tanjung Pura. Kemudian Linggom (25) dan Vijai (26), keduanya warga Desa Air Hitam, Kecamatan Tanjung Pura.
"Menara roboh karena pondasi tiang di bagian bawahnya diduga pecah karena tidak kuat menahan beban menara yang begitu tinggi. Korban yang tewas adalah pekerja pembuatan menara tersebut," katanya.
Peristiwa pekerja jatuh dari atas menara mengegerkan masyarakat sekitar. Warga langsung memberikan pertolongan dengan melarikan ketiga korban ke Rumah Sakit Bidadari di Langkat. Namun, ketiga pekerja itu akhirnya meninggal dunia.
Sumber: beritasatu.com