Top Stories
-
Lebih Sehat Mana: Gula Pasir Atau Gula Aren
-
Sebelum Terlambat, Batasi Konsumsi 7 Makanan Yang Dapat Merusak Ginjal
-
Benny K Harman: Amarah Rakyat Harus Dilihat Sebagai Peringatan Keras Kepada DPR
-
Breaking News: Prabowo Resmi Copot Sri Mulyani Dan Budi Arie
-
Kenali Tanda Spoofing, Banyak Modus Baru Penipuan Online
-
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 597
SitindaonNews.Com | Anak usia di bawah satu tahun sebaiknya tak diberi madu karena bisa mendapatkan risiko berbahaya, menurut dokter spesialis anak di RS Pondok Indah Bintaro, Robert Soetandio.
"Pemberian madu di bawah satu tahun tidak boleh, ditakutkan ada kontaminasi Clostridium botulinum," kata dia via daring, Minggu sore.
Clostridium botulinum yang salah satunya ditemukan di dalam madu bisa menghasilkan neurotoksin yang berbahaya di dalam tubuh atau memunculkan kondisi yang disebut botulisme.
Laman Healtline mencatat, botulisme adalah kondisi serius yang salah satunya bisa berujung kematian dan anak terutama di bawah usia enam bulan berada pada risiko tertinggi.
Gejala botulisme yang paling umum meliputi kelemahan, sulit makan, sembelit, lesu, anak bisa sulit bernapas dan beberapa bahkan bisa mengalami kejang.
Gejala ini biasanya muncul dalam 12-36 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi bakteri Clostridium. Namun, beberapa anak dengan botulisme mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda sampai 14 hari setelah paparan.
"Jadi (madu sebaiknya) ditunda dulu sampai (anak) berusia setahun ke atas, rasa manis bisa dari yang lain seperti pepaya," demikian kata Robert.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 511

SitindaonNews.Com | Jakarta (ANTARA) - Mengetahui kematangan alpukat hanya dari warna kulitnya itu gampang-gampang susah. Ada kalanya daging alpukat ternyata sudah masak meski kulitnya masih hijau. Tak perlu bingung untuk menebak kematangan buah alpukat.
Mixologist Kenny Soetomo berbagi kiat mengetahui kematangan alpukat secara mudah.
National Runner-Up pada World Class Indonesia Cocktail Competition 2016 ini menyarankan untuk melihat lubang di bagian ujung alpukat yang tersambung dengan tangkai.
"Kalau warnanya gelap tua, artinya sudah matang," kata Kenny dalam kelas virtual, Kamis (9/7).
Jika warna dalam lingkaran itu masih terang, berarti alpukat tersebut masih terlalu muda.
Pemenang Australian National Suntory Cocktail Connoisseur 2014 ini menyarankan untuk segera mengonsumsi alpukat yang ujungnya sudah kecokelatan pada hari yang sama. Sebab, jika telah melewati titik tersebut, alpukat bisa menjadi busuk.
Kenny juga memberi saran seputar cara menyimpan alpukat. Sebaiknya simpan di suhu ruangan dan masukkan ke dalam kantong kertas jika ingin membuatnya cepat masak.
Alpukat punya banyak kegunaan bagi tubuh. Buah yang mengandung potasium ini tinggi lemak sehat, dapat membantu menyehatkan kulit, menurunkan tekanan darah dan menjaga kulit agar tetap lembut.
Berdasarkan studi dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research, alpukat memiliki senyawa khusus yang membantu menghentikan proses seluler yang biasanya mengarah pada perkembangan diabetes.
Alpukat bisa disantap langsung, ditambahkan ke dalam menu sarapan, atau dinikmati sebagai jus dan smoothie.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 486

SitindaonNews.Com | Jakarta (ANTARA) - Penderita diabetes dilarang untuk berolahraga agar tidak semakin memperparah penyakitnya, benarkah demikian?
Beberapa informasi menyebutkan bahwa orang dengan penyakit diabetes tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, namun menurut pakar penyakit diabetes, dr. Dante Saksono, Sp.PD., Ph.D., KEMD hal tersebut tidaklah benar.
dr. Dante menyatakan olahraga dapat membantu insulin bekerja lebih baik, dengan begitu gula darah bisa lebih turun.
"Tapi ada tipsnya, jangan minum obat yang bisa menurunkan gula darah sebelum olahraga. Kalau dia minum obat diabetes sebelum olahraga terus dia enggak makan, maka gula darah akan drop. Tapi kalau dia minum obat sesudah olahraga, sebelum makan itu yang benar," ujar dr. Dante dalam bincang-bincang daring Tropicana Slim, Jumat.
Menurut dr. Dante, olahraga dapat berfungsi untuk menurunkan dosis obat pasein diabetes. Misalnya, seorang pasien biasa mengkonsumsi obat 2 mg, dengan berolahraga dosisnya bisa berkurang menjadi 1 mg saja. Hal tersebut terjadi karena insulin yang diproduksi jadi lebih sensitif.
"Keuntungannya olahraga bisa mengurangi komplikasi yang timbul akibat diabetesnya. Orangnya akan lebih sehat, sirkulasi jantungnya lebih bagus, sirkulasi darah di kakinya lebih bagus, pembuluh darahnya lebih bagus dengan olahraga," jelas dr. Dante.
"Tapi ada juga yang harus diperhatikan. Kalau gula darahnya terlalu tinggi atau di atas 300 dari batas normal, ia tidak diperkenankan berolahraga. Jadi apa yang harus dilakukan, cek gula darah dulu, jangan minum obat sebelum olahraga," lanjutnya.
dr. Dante mengatakan olahraga apapun boleh dilakukan oleh penderita diabetes, asalkan dikerjakan dengan senang hati. Sebab hal ini akan berpengaruh pada kontinuitas seseorang untuk menjalaninya setiap hari.
"Olahraga yang bagus itu yang ia senang, kalau ia senang ia akan semangat dan melakukannya secara rutin. Tapi kalau yang bagus itu HIIT (high intensity interval training) dengan melakukan speed intensity yang keras terus slow lagi dan ini udah ada penelitiannya bisa menurunkan gula darah 30-40 persen," kata dr. Dante.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 592
ANTARA - Selama masa pandemi COVID-19, membuat masyarakat semakin sadar untuk hidup sehat, salah satunya dengan bersepeda. Secara umum terdapat tiga jenis sepeda yang saat ini digandrungi masyarakat diantaranya folding bike (sepeda lipat), mountain bike (sepeda gunung), dan road bike (sepeda balap). Kegunaan sepeda pun sangat beragam, dimulai hanya dari sepeda yang didesain untuk menyusuri jalanan pegunungan yang terjal, hingga sepeda yang dirancang khusus untuk balapan. (Fadzar Ilham Pangestu/Soni Namura/Risbeyhi)
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 551
Foto : VIVAnews/Satria Zulfikar | Pernikahan bermahar sandal jepit di Lombok
SitindaonNews.Com | Pernikahan memang menjadi sesuatu yang sakral di hidup ini. Momen indah tersebut dirayakan dengan berkumpulnya keluarga kedua mempelai.
Beberapa pengantin memilih sesuatu yang unik untuk membuat pernikahan mereka berkesan. Salah satunya yang terjadi di Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
HIDUP SEHAT DENGAN BUAH DAN SAYURAN SEGAR INDONESIA

Pasangan Yudi (40) dengan isterinya Helmi (20) memilih menikah dengan mahar ala kadarnya, yaitu sepasang sandal jepit dan segelas air putih. Pernikahan digelar Jumat, 3 Juli 2020.
Beberapa kali Yudi membaca ijab kabul yang dituntun penghulu. Meskipun sempat salah berucap, akhirnya kedua pengantin itu resmi menjadi pasangan suami istri.
"Aku terima kawin Helmi maskawin sandal jepit sepasang kance (dengan) aik (air) segelas," kata Yudi.
Usai ijab kabul, Yudi menyerahkan sepasang sandal jepit dan segelas air ke Helmi istrinya. Tidak berselang lama sang istri meminum air tersebut.
Kisah asmara mereka bermula saat berkenalan melalui media sosial. Helmi saat itu menjadi TKW di Arab Saudi. Sepulang merantau, mereka menjalani hubungan cinta dan memutuskan menikah.
"Saya hanya bertemu dua kali setelah Helmi sepulang dari Arab Saudi, dan pertama kali bertemu di wisata Tete Batu pada saat membuat video klip lagu sasak," kata Yudi.
Helmi mengatakan, ia tidak ingin merepotkan suaminya, sehingga meminta maskawin ala kadarnya.
"Tidak mau merepotin minta maskawin segini saja sudah cukup," ungkap Helmi Isterinya.
Yudi mengaku bersyukur dapat menikahi Helmi yang cantik. Ia mengaku saat pertama bertemu rasa malu menghantuinya. "Pertama kali bertemu saya merasa malu melihat Helmi," kayanya.
Yudi juga sebelumnya telah tiga kali menikah. Namun kesetiaannya pada Helmi membuat Helmi luluh hati menerimanya.
Sumber: viva.co.id