Top Stories
-
Lebih Sehat Mana: Gula Pasir Atau Gula Aren
-
Sebelum Terlambat, Batasi Konsumsi 7 Makanan Yang Dapat Merusak Ginjal
-
Benny K Harman: Amarah Rakyat Harus Dilihat Sebagai Peringatan Keras Kepada DPR
-
Breaking News: Prabowo Resmi Copot Sri Mulyani Dan Budi Arie
-
Kenali Tanda Spoofing, Banyak Modus Baru Penipuan Online
-
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 625
Saya M usia 33 tahun, saat ini sedang di isolasi di wisma atlet bersama suami saya, W, 35 thn. Status suami adalah PDP, bermula dari operasi gigi bungsu tgl 14 maret 2020.
Gigi bengkak dan sakit. Disertai demam. Kemudian sakit maag dan keluar bintik merah, tidak ada batuk, pilek atau sesak napas sampai hari ini.
Juga tidak ada riwayat ke LN selama 1 tahun belakangan ini. Tidak ada bertemu dengan orang dr LN selama 14 hari belakangan ini.
Namun demam tidak kunjung turun, tgl 20 maret 2020, atas rujukan dokter igd dilakukan test darah dan rontgen, di paru paru ada flek dan kami melakukan self isolation.
Memindahkan anak kami dan orang tua ke rumah saudara. Tgl 23 maret karena bintik merah makin banyak, kembali ke RS dan melakukan ct scan.
Hasil ct scan menunjukan crazy paving, lalu dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk covid, di tolak 2 kali, tidak ada Rs yg mau menerima pasien dengan gejala viral (karena di curigai covid-19) kecuali kamu sudah swab dan negative.
Akhirnya kami di suruh ke wisma atlet. Saya dengan status ODP tanpa gejala. boleh pulang, namun saya memutuskan untuk ikut isolasi karena mempertimbangkan kondisi tempat tinggal yg padat penduduk. Demi menjaga keselamatan seluruh masyarakat disekitar kami
Hari ini tanggal 26 maret 2020.. hari ke 4 kami di isolasi. Saya agak sedih mendengar pemberitaan diluar yg menyudutkan pemerintah dan semua staf dokter dan suster serta semua tenaga kerja di sini yah.
Awalnya memang saya juga panik dan bingung, saya juga awal nya marah marah disini. Tapi saya kembali berdoa sama Tuhan (saya di dampingi oleh penatua gereja by WA dan telp) dan akhirnya bs berpikir jernih.
Pemerintah sudah sangat membantu dengan mendirikan wisma atlet. Semua yg ada disini FREE.. yang masuk hari pertama seperti saya, pasti mengalami kondisi kacau balau.. menurut saya WAJAR. karena sebuah tempat yg pada dasar nya bukan instalasi kesehatan. Dibuat menjadi tmpt isolasi. Tidak mudah dan gampang.
Hari ke 3 sudah ada perkembangan yg signifikan. Selama disini kami dapat nasi kotak sehari 3 kali dan air minum. Di hari ke 3 dibagi termometer. Apabila demam di beri paracetamol dan vitamin C.
Tapi diingatkan untuk bawa barang barang dan obat obatan pribadi yah. Karena disini adalah isolasi mandiri. Ini yg kurang disosialisaikan oleh pihak RS.
Kami kesini dengan bayangan wisma atlet menyediakan infus dan obat. Padahal tidak ada BUKAN TIDAK DI BAGI yah.. jadi memang belum masuk obat obatan. Tidak seperti yg di beritakan di luar "saya di biarkan gak dikasi obat".
Actually mereka memang gak punya obat nya.. jadi tolong yg ada uang dr pada nimbun masker dan yg lain. Uang nya bs buat bantu pemerintah aja.
Di hari ke 3, kita juga di bagiin snack isi nya kue kue
Hari ini hari ke 4, dikamar sudah didistribusikan dispenser dan aqua galon (merk AQUA ??)
Btw, makanan disini enak lho, ada susu, ada buah, sayur, daging (kayak nasi kotak kl ikut seminar ?)
Dari hari pertama, perkembangan nya sudah pesat sekali..c
Saya sedih sekali mendengar pemberitaan yg dikit dikit menyudutkan pemerintah, menjelek jelekan. Dari pengalaman saya disini saya melihat pemerintah sudah maksimal. Ada berita yg mengatakan "pemerintah tidak siap menghadapi COVid-19" yah keles..
siapa juga yg siap?? Kita negara dengan penduduk terbanyak no 4 di dunia (kalau gk salah yah). Dan pada susah di bilangin. Pada saat saya anter suami saya keliling RS tgl 23 maret. Saya berhenti untuk ke toilet di daerah cideng. Penuuh.. orang pada lagi ngopi cantik ???
Trus pas kena covid marah ama pemerintah? Situ sehat? Saya sudah WFH dr tgl 16 maret. Gak keluar.
Intinya masyarakat indonesia yg saya sayangi. STOP menjelek jelekan pemerintah. Kasi bantuan yg berarti. Pemerintah sudah maksimal, kalau kita nya cuek gimana bisa? Kalau yg bs menyumbang, tolong sumbang. Jangan numpuk Masker, Gloves, sama hand sanitizer dirumah. Kalau yg gak bisa nyumbang apa apa. TOLONG DIEM DIEM DI RUMAH. Jangan kemana mana. covid ini nyata dan benar benar bisa kena ke kamu.. iya KAMU..
Ini tuh negara kita bersama sama. Kita tinggal, besar, cari makan di sini.. kalau kamu selamat dan ekonomi lumpuh gak ada guna nya juga kan ??
Saya sedih bgt, apalagi pas denger ibunda pak JOKOWi baru meninggal. turut berdukacita sedalam dalam nya pak❤
Kemudian saya berdoa dan merenung,
Wisma atlet itu kalau di bandingin hotel bintang 5 dan rumah kita yah kalah jauh. Tapi kita disini demi keamanan dan keselamatan org org yg kita sayangi.. sabar dan semangat yah yg di dalam sini ??.
Keluarga nya yg di luar, jangan ojok ojok in di telp.. tanya kapan swab, keluar aja lah, dll.. di tenangin disini.. kita tuh ud stress di dalam sini.. gak perlu preasure dr luar.. saya mengalami pas masuk disini tuh stress dan bingung, gak tau ngapain.. puji Tuhan ada yg bisa menenangkan, inget kembali ke Tuhan.. percaya sama pemerintah dan positive thinking aja.. Buat yg masih stay at home, terima kasih ❤?, buat yg masi ngongkrong,trus gak penting bgt tp pergi pergi, dapat salam dr covid..
Terakhir saya cuman mw bilang. Terima Kasih kepada bapak Presiden Jokowi, semua jajaran pemerintah, dokter dan suster, tidak lupa para aparat TNI dan POLRI yg berjaga di pintu masuk, yang sudah menenangkan saya pas saya nangis nangis sesegukan kemaren, well for your information, Indonesia gak kalah keren kok dr luar negri ❤ oh iya, kalau ketemu semua petugas garis depan covid jangan marah marah yah.. kita memang panik, tapi mereka hanya menjalankan tugas mereka. Semangat Indonesia ? i love Indonesia ❤
Ayuk kita gotong royong.. sama sama bantu negara Indonesia keluar dari pandemic ini.. jangan malah ikut jelek jelekin pemerintah yah.. ???
Wisma Atlet 26 Maret 2020
Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3072551532836211/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 6208
SitindaonNews.Com | Ini untuk memberi tahu kami semua bahwa pH untuk virus korona bervariasi dari 5,5 hingga 8,5.
* PENELITIAN: JURNAL OF VIROLOGY, APRIL 1991, HALAMAN 1916 *
Yang perlu kita lakukan, untuk mengalahkan virus korona, kita perlu mengambil lebih banyak makanan alkali yang berada di atas tingkat pH virus di atas.
Beberapa di antaranya adalah:
Lemon - 9,9 pH
Kapur - 8.2pH
Alpukat - 15,6pH
Bawang putih - 13,2pH
Mangga - 8.7pH
Tangerine - 8.5pH
Nanas - 12,7pH
Dandelion - 22,7pH
Oranye - 9.2pH
Bagaimana Anda tahu Anda memiliki coronavirus?
1. Gatal di tenggorokan,
2. tenggorokan kering,
3. Batuk kering.
Jadi di mana Anda perhatikan ketiga hal ini dengan cepat minum air hangat dan minum.
Kesehatan Baik Anda Adalah Prioritas Saya
Jangan simpan informasi ini hanya untuk diri sendiri. Berikan kepada semua keluarga dan teman Anda. Tuhan memberkati Anda.
Sumber: Netizen
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1204

SitindaonNews.Com | Buah alpukat yang cukup berlimpah di negeri ini belum banyak menjadi incaran. Kebanyakan orang memahami alpukat sebagai buah pelengkap untuk es teler, es campur, es cendol, atau jus alpukat dengan susu coklat. Padahal, manfaatnya luar biasa.
Belum banyak yang tahu, alpukat adalah buah yang sangat kaya nutrisi dan vitamin. Buah dengan tekstur yang creamy ini ternyata juga memiliki kandungan serat yang tinggi. Di berbagai negara, alpukat kerap dijadikan pelengkap salad. Alpukat masuk dalam kategori makanan sehat, karena meski mengandung lemak, tapi itu adalah lemak yang sehat.
Sahijab mengutip dari medical news today,berikut manfaat alpukat yang hijabers perlu tahu. Tak ada salahnya lho memasukkan alpukat sebagai daftar makanan wajib dalam diet hijaber. Apa lagi sedang periode di rumah saja, konsumsi alpukat bisa jadi pilihan cemilan sehat dan menjaga berat badan. Simak yuk.
1. Alpukat kaya akan nutrisi
Menurut Database Nutrien Nasional USDA, satu porsi atau sekitar 40 gram) mengandung: 64 kalori, hampir 6 gram lemak, 3,4 gram karbohidrat, kurang dari satu gram gula, dan hampir 3 gram serat.
Alpukat juga merupakan sumber vitamin C, E, K, dan B-6 yang bagus. Serta riboflavin, niasin, folat, asam pantotenat, magnesium, dan kalium. Alpukan juga menyediakan asam lemak lutein, beta-karoten, dan omega-3.
Meskipun sebagian besar kalori dalam alpukat berasal dari lemak, tapi tak perlu dihindari. Alpukat penuh dengan lemak sehat dan bermanfaat yang membantu Anda selalu merasa kenyang. Saat Anda mengonsumsi lemak, otak Anda menerima sinyal untuk mematikan nafsu makan Anda. Makan lemak memperlambat pemecahan karbohidrat, yang membantu menjaga kadar gula dalam darah stabil.
Lemak sangat penting untuk setiap sel tunggal dalam tubuh. Makan lemak sehat mendukung kesehatan kulit, meningkatkan penyerapan vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang larut dalam lemak, dan bahkan dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
2. Sehat untuk jantung
Alpukat mengandung 25 miligram per ons sterol, tumbuhan alami yang disebut beta-sitosterol. Konsumsi teratur beta-sitosterol dan sterol tanaman lainnya telah terbukti membantu menjaga kadar kolesterol sehat.
3. Bagus untuk mata
Alpukat mengandung lutein dan zeaxanthin, dua phytochemical yang terkonsentrasi di jaringan di mata di mana mereka memberikan perlindungan antioksidan untuk membantu meminimalkan kerusakan, termasuk dari sinar ultraviolet.
Karena asam lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat juga mendukung penyerapan antioksidan bermanfaat yang larut dalam lemak lainnya, seperti beta-karoten, menambahkan alpukat ke dalam makanan Anda dapat membantu mengurangi risiko pengembangan degenerasi penglihatan terkait usia.
4. Mencegah osteoporosis
Vitamin K sangat penting untuk kesehatan tulang. Setengah dari alpukat menyediakan sekitar 25 persen dari asupan vitamin K. harian yang direkomendasikan. Nutrisi ini sering diabaikan, tetapi sangat penting untuk kesehatan tulang.
Manfaat vitamin K sering tersisih oleh manfaat kalsium dan vitamin D ketika kita tengah memikirkan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan tulang. Padahal, makan makanan dengan vitamin K yang cukup dapat mendukung kesehatan tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan mengurangi ekskresi kalsium melalui urin.
![]()
5. Mengurangi perkembangan sel kanker
Asupan folat yang cukup dari makanan telah menunjukkan harapan dalam melindungi terhadap kanker usus besar, lambung, pankreas, dan serviks. Meskipun mekanisme di balik pengurangan risiko yang jelas saat ini tidak diketahui, para peneliti percaya bahwa folat melindungi terhadap mutasi yang tidak diinginkan dalam DNA dan RNA selama pembelahan sel.
Alpukat bahkan mungkin berperan dalam pengobatan kanker, dengan beberapa penelitian menemukan bahwa fitokimia yang diekstrak dari alpukat dapat secara selektif menghambat pertumbuhan sel prakanker dan kanker dan menyebabkan kematian sel kanker, sambil mendorong proliferasi sel sistem kekebalan yang disebut limfosit.
Fitokimia ini juga telah terbukti mengurangi kerusakan kromosom yang disebabkan oleh siklofosfamid, obat kemoterapi.
Baca juga: Ayo, Konsumsi Vitamin C untuk Tubuh Tetap Bugar
6. Bayi sehat
Folat juga dikenal sebagai asam folat. Folat sangat penting untuk kehamilan yang sehat. Asupan folat yang memadai mengurangi risiko keguguran dan cacat tabung saraf.
Penelitian terbaru dari Universitas McGill menemukan insiden 30 persen lebih tinggi dari berbagai cacat lahir pada bayi yang dikandung.
7. Turunkan risiko depresi
Makanan yang mengandung kadar folat tinggi dapat membantu mengurangi risiko depresi karena folat membantu mencegah penumpukan homocysteine, suatu zat yang dapat mengganggu sirkulasi dan pengiriman nutrisi ke otak. Kelebihan homocysteine juga dapat mengganggu produksi serotonin, dopamin, dan norepinefrin, yang mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan.
8. Memperbaiki pencernaan
Meskipun teksturnya creamy, alpukat sebenarnya mengandung serat tinggi dengan sekitar 6-7 gram per setengah buah. Makan makanan dengan serat alami dapat membantu mencegah sembelit, menjaga saluran pencernaan yang sehat, dan menurunkan risiko kanker usus besar.
9. Detoksifikasi alami
Serat yang memadai meningkatkan pergerakan usus secara teratur, yang sangat penting untuk ekskresi racun setiap hari melalui empedu dan feses. Studi terbaru menunjukkan bahwa serat makanan juga dapat berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh dan peradangan.
10. Mengandung antimikroba
Alpukat mengandung zat yang memiliki aktivitas antimikroba, terutama terhadap Escherichia coli, penyebab utama keracunan makanan.
11. Perlindungan dari penyakit kronis
Menurut Departemen Ilmu Penyakit Dalam dan Program Ilmu Gizi Universitas Kentucky, asupan serat yang tinggi dikaitkan dengan risiko yang secara signifikan lebih rendah terkena penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit gastrointestinal tertentu. Peningkatan asupan serat juga telah terbukti menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, meningkatkan sensitivitas insulin, dan meningkatkan penurunan berat badan bagi individu yang mengalami obesitas.
Sumber:sahijab.com
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 655
Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp
SitindaonNews.Com | Penemuan terbaru terkait virus corona baru atau COVID-19 adalah bahwa sebagian pasien COVID-19 menunjukkan gejala awalnya bukan hanya pada gejala saluran nafas (batuk, sakit tenggorokan, pilek) dan demam, tetapi gangguan saluran cerna.
Merujuk The American Journal of Gastroenterology seperti yang dilansir dari laman Global Biodesence Sebanyak 48,5 persen pasien COVID-19 di Hubei China, mengeluhkan gangguan saluran pencernaan sebagai gejala utamanya, antara lain diare 29,3 persen, muntah 0,8 persen dan nyeri perut 0,4 persen.
Kemungkinan virus masuk ke saluran pencernaan dan bisa melewati asam lambung dan masuk ke dalam sel melalui reseptor yang ada di usus. Mereka yang memiliki gangguan saluran cerna umumnya memiliki gejala COVID-19 yg lebih berat sehingga penyembuhannya lebih lama.
Menurut penelitian multisenter cross-sectional deskriptif baru dari Cina oleh para peneliti dari Kelompok Ahli Perawatan Medis Wuhan untuk COVID-19, gejala pencernaan umum terjadi pada COVID-19, terjadi sebagai keluhan utama pada hampir setengah dari pasien yang datang ke rumah sakit
Sebagian besar pasien dengan COVID-19 datang dengan gejala dan tanda pernapasan yang khas. Namun, pengalaman awal dengan wabah di Wuhan, Cina mengungkapkan bahwa banyak pasien mengalami gejala pencernaan sebagai keluhan utama mereka.
Co Editor The American Journal of Gastroenterology Brennan MR Spiegel mengatakan tenaga medis harus ingat bahwa gejala pencernaan, seperti diare, mungkin merupakan gejala Covid-19, dan bahwa indeks kecurigaan mungkin perlu ditingkatkan lebih awal dalam kasus-kasus ini daripada menunggu gejala pernapasan muncul.
“Dalam studi ini, pasien COVID-19 dengan gejala pencernaan memiliki hasil klinis yang lebih buruk dan risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gejala pencernaan, menekankan pentingnya menyertakan gejala seperti diare untuk mencurigai COVID-19 pada awal penyakit sebelum gejala pernapasan berkembang,” kata Spiegel.
Deteksi sejak awal, dikatakan Spiegel dapat mengarah pada diagnosis corona yang lebih dini, yang dapat mengarah pada perawatan lebih dini dan karantina yang lebih cepat untuk meminimalkan penularan dari orang-orang yang jika tidak tetap tidak terdiagnosis.
Menurut analisis oleh peneliti dari beberapa rumah sakit dan pusat penelitian di China yang mengumpulkan data pada 204 pasien dengan corona datang ke tiga rumah sakit di provinsi Hubei dari 18 Januari 2020 hingga 28 Februari 2020. Dibandingkan dengan pasien Covid-19 tanpa gejala pencernaan, mereka yang memiliki gejala pencernaan memiliki waktu lebih lama dari awal hingga masuk dan hasil klinis yang lebih buruk.
Pasien dengan gejala pencernaan memiliki waktu yang jauh lebih lama dari awal hingga masuk dibandingkan pasien tanpa gejala pencernaan (9,0 hari dibandingkan 7,3 hari). Ini mungkin menunjukkan bahwa pasien dengan gejala pencernaan mencari perawatan kemudian karena mereka belum mencurigai Covid-19 tanpa adanya gejala pernapasan, seperti batuk atau sesak napas.
Pasien dengan gejala pencernaan memiliki berbagai manifestasi, seperti anoreksia83 kasus (83 [83,8%] kasus), diare (29 [29,3%] kasus), muntah (8 [0,8%] kasus), dan sakit perut (4 [0,4%) ] kasus). Tujuh pasien dengan COVID-19 mengalami gejala pencernaan tetapi tidak memiliki gejala pernapasan. Ketika keparahan penyakit meningkat, gejala-gejala pencernaan menjadi lebih jelas.
Sumber: tempo.co
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 549

SitindaonNews.Com | Ahli gizi masyarakat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Khomsan mengimbau masyarakat agar mengkonsumsi produk pertanian secara rutin. Menurut Ali, produk pertanian seperti buah dan sayur mampu meningkatkan kekebalan (imunitas) tubuh, utamanya dalam menghadapi penyebaran virus corona (COVID-19).
"Setidaknya masyarakat wajib mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C dan E. Kan WHO juga sudah menganjurkan agar kita mengkonsumsi sayuran sebanyak 150 gram dan buah 250 gram per hari," kata Ali, dalam siaran pers, Minggu (21/3/2020).
Ali mengatakan, vitamin C bisa didapatkan dari buah papaya, jeruk, dan jambu biji. Sementara untuk sumber vitamin E bisa didapatkan dari produk sayuran tauge seperti wortel, bayam, lobak hijau dan brokoli.
"Agar tubuh kita mampu menangkal penyerbu-penyerbu asing (virus, kuman, dan bakteri), maka limfosit (sel darah putih) harus tersedia dalam jumlah yang cukup. Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan produksi limfosit. Vitamin C bekerja seperti antibiotika di dalam tubuh untuk menghancurkan virus penyebab penyakit," terang Ali.
Vitamin C, kata Ali, juga mampu meningkatkan kadar glutation di dalam tubuh yang bekerja setiap hari. Glutation adalah antioksidan pada tubuh yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh. Konsumsi vitamin C 500 mg sehari dapat meningkatkan kadar glutation tubuh sampai 50 persen.
"Masalahnya konsumsi harian penduduk Indonesia per hari rata-rata hanya sekitar 100 gram. Ini menjadi tanggung jawab kita betapa pentingnya produk pertanian bagi imun tubuh," katanya.
Terkait dengan COVID-19, menurut Ali, Vitamin C punya kemampuan untuk memperbaiki sistem kerja paru-paru.
Mereka yang rajin mengonsumsi vitamin C berpeluang ada di level bugar dan segar, serta terhindar dari derita bronchitis kronis. Apalagi, virus COVID 19 cenderung menyerang saluran napas dan paru-paru.
Meski demikian, Ali menekankan perlunya edukasi konsumsi dengan pola gizi seimbang, dimana di dalamnya juga menekankan bahwa hidup sehat adalah hidup yang tidak melupakan konsumsi buah dan sayuran.
"Setiap keluarga hendaknya menyediakan buah setiap hari sebagai bagian dari snack, dengan keuntungan Indonesia yang beriklim tropis dan dapat menghasilkan beragam buah maka hendaknya masyarakat bisa memanfaatkan sumberdaya yang melimpah ini untuk mengembangkan pola konsumsi buah dan sayur yang baik untuk kesehatan," tuturnya.
Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Pertanian terus melakukan konsolidasi penguatan produksi kebun dan buah. Konsolidasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta mendorong terbentuknya satu kawasan satu varietas, baik di lahan terbuka maupun pekarangan rumah tangga secara berkelompok.
Di samping itu, Kementan juga mendorong kebun sayur dan buah yang ada agar dilakukan registrasi dan sertifikasi kebun untuk menjamin produksi yang berkualitas.
Setidaknya, tahun ini Ditjen Hortikultura menargetkan 2.200 kebun dan lahan usaha hortikultura yang diregistrasi.
Sumber: cnbcindonesia.com