Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 898
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi keluar gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020. Nurhadi resmi ditahan pasca ditangkap tim penyidik KPK setelah buron selama hampir empat bulan. TEMPO/Imam Sukamto.
SitindaonNews.Com | Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Tersangka kasus dagang perkara di Mahkamah Agung itu dibekuk bersama menantunya, Rezky Hebriyono, Senin, 1 Juni 2020.
Hidup Sehat Tingkatkan Imunitas Tubuh Anda Dengan Buah Segar Indonesia

Bekas Sekretaris MA ini sesungguhnya sudah dibidik KPK sejak April 2016. Namanya menjadi incaran KPK setelah lembaga antirasuah itu menangkap Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution yang menerima duit suap Rp 50 juta dari Doddy Aryanto Supeno di tempat parkir Hotel Acacia, Jakarta Pusat. Doddy, pegawai PT Artha Pratama Anugerah, menyuap Edy guna memuluskan sejumlah perkara Grup Lippo di pengadilan dan Mahkamah Agung. PT Artha adalah anak usaha Grup Lippo. Tak lama setelah itu, penyidik KPK menggeledah rumah Nurhadi di di Jalan Hang Lekir V Nomor 6, Jakarta Selatan.
Setelah penggeledahan itu, menurut dokumen yang diperoleh Majalah Tempo, terlacak upaya Nurhadi meminta perlindungan kepada sejumlah orang. Temuan pemeriksaan dan pengakuannya menjadi bahan penyelidikan KPK. Akhir Juli 2016, KPK membuka penyelidikan baru yang membidik Nurhadi. Caranya dia meminta sang ajudan, dari kepolisian, menelepon sejumlah orang. Dari dokumen tercatat ajudan Nurhadi menelepon seseorang yang disebut ajudannya BG. Tak disebutkan siapa BG dalam percakapan kedua orang itu.
+ Ijin Ndan. Bisa diakseskan ke BG informasi Ndan. Bapak (Nurhadi ) habis di-ini sama Kuningan (KPK).
- Hah, kenapa?
+ Bapak rumahnya habis diperiksa Kuningan (digeledah). Semalem jam 11 malam dan baru selesai jam 7 barusan. Terus tadi Bapak (Nurhadi) bilang kasih tahu Pak BG.
- Oke. Kami informasikan segera. Ini lagi serah-terima (sejumlah kapolda baru).
Wakil Ketua KPK ketika itu Alexander Marwata tidak menyangkal kabar bahwa materi percakapan itu ditanyakan ke Nurhadi. "Itu yang tahu penyidik. Kalau penyidik tahu info itu, pasti akan ditindaklanjuti."
Dalam sejumlah dokumen pemeriksaan yang salinannya diperoleh Tempo, Nurhadi tidak menyangkal rekaman suara itu. Dia menyebut isi rekaman itu mirip suara Ari Kuswanto, ajudannya. Saat ditanya dalam sejumlah kesempatan ketika menjadi saksi sidang kasus Edy Nasution soal percakapan ajudannya yang menyebut nama BG, Nurhadi tak pernah bersedia menjawab.
Sumber: .tempo.co
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 806
Garuda Indonesia khawatir syarat tes PCR yang mahal untuk calon penumpang mempengaruhi keputusan masyarakat untuk membeli tiket pesawat. (AFP/Romeo Gacad).
SiitindaonNews.Com | PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk khawatir mengeluhkan mahalnya proses atau syarat menumpang pesawat ketimbang harga tiket. Salah satunya, tes PCR (polymerase chain reaction) yang rata-rata dipatok hingga Rp2,5 juta. Garuda khawatir masyarakat justru menghindari moda transportasi udara.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut proses yang mahal itu akan mempengaruhi keputusan seseorang untuk membeli tiket pesawat. Dengan kata lain, industri transportasi udara akan sulit bangkit di tengah pandemi virus corona.
Hidup Sehat Tingkatkan Imunitas Tubuh Anda Dengan Buah Segar Indonesia

"Tes PCR yang Rp2,5 juta dan beberapa sudah menurunkan harganya itu harganya lebih jauh mahal daripada (tiket) untuk bepergian," ucap Irfan, Selasa (2/6).
Ambil contoh, harga tiket pesawat Jakarta ke Surabaya hanya sekitar Rp1,5 juta. Angkanya lebih murah ketimbang biaya yang harus dikeluarkan untuk tes PCR.
"Apalagi, kalau bepergian tujuh hari yang berarti harus PCR dua kali dan biaya harus Rp5 juta, sementara perjalanan bolak-balik hanya Rp1,5 juta," ujar Irfan.
Untuk itu, ia mengusulkan agar prosesnya disederhanakan dan biaya PCR bisa lebih murah. Jika tidak, maka kinerja industri berpotensi semakin anjlok ke depannya.
"Ke depan, industri penerbangan akan menghadapi penurunan drastis dari segi penumpang," ucapnya.
Di sisi lain, Irfan menyatakan bisnis Garuda Indonesia berbeda dengan maskapai lainnya. Sebab, perusahaan tak bisa asal menghentikan operasional meski penumpang terus menurun, seperti maskapai lainnya.
"Kami ini perusahaan nasional, mandat kami adalah memastikan konektivitas dan menyambungkan antar bangsa. Oleh sebab itu Garuda Indonesia tetap terbang dan melayani semua rute," jelas Irfan.
Namun, manajemen menurunkan frekuensi penerbangan demi menjaga kinerja perusahaan.
Sebagai contoh, perusahaan sebelumnya menyediakan enam kali penerbangan dalam satu pekan ke Amsterdam, tapi kini dikurangi menjadi hanya satu kali dalam seminggu.
"Pelan-pelan kami turunkan frekuensi penerbangannya," pungkas Irfan.
Sebelumnya, Lion Air Group memutuskan menghentikan sementara operasional maskapai untuk perjalanan domestik dan internasional mulai 5 Juni 2020.
Alasannya, berdasarkan hasil evaluasi penerbangan sebelumnya banyak calon penumpang yang tidak dapat melaksanakan perjalanan karena kurang memenuhi kelengkapan dokumen-dokumen dan ketentuan yang telah ditetapkan selama masa kewaspadaan pandemi virus corona (covid-19).
"Lion Air Group harus menjaga serta memastikan kondisi kesehatan fisik dan jiwa seluruh karyawan berada dalam keadaan baik, setelah pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya," tutur Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro.
Lion Air Group memfasilitasi calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule).
Sumber: cnnindonesia.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 567

SitindaonNews.Com | Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terkini akan melakukan penghentian sementara operasional penerbangan penumpang berjadwal domestik dan internasional yang dijadwalkan mulai 5 Juni 2020 sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.
Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, menjelaskan keputusan Lion Air Group dengan pertimbangan atas evaluasi setiap pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya, bahwa banyak calon penumpang yang tidak dapat melaksanakan perjalanan udara disebabkan kurang memenuhi kelengkapan dokumen-dokumen sebagaimana persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan selama masa kewaspadaan pandemi COVID-19.
Hidup Sehat Tingkatkan Imunitas Tubuh Anda Dengan Buah Segar Indonesia

Lion Air Group memfasilitasi calon penumpang yang sudah memiliki atau membeli tiket (issued ticket) dapat melakukan proses pengembalian dana tanpa potongan (full refund) atau perubahan jadwal keberangkatan tanpa tambahan biaya (reschedule) melalui Kantor Pusat dan Kantor Cabang Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia, layanan kontak pelanggan (call center) 021-6379 8000 dan 0804-177-8899, atau melalui e-mail
“Lion Air Group harus menjaga serta memastikan kondisi kesehatan fisik dan jiwa seluruh karyawan berada dalam keadaan baik, setelah pelaksanaan operasional penerbangan sebelumnya,” kata Danang.
Danang mengatakan pihaknya senantiasa memantau perkembangan situasi, mengumpulkan data dan informasi serta mengimplementasikan berbagai langkah antisipasi yang dibutuhkan guna mempersiapkan kembali layanan penerbangan mendatang, agar operasional penerbangan Lion Air Group tetap berjalan berdasarkan ketentuan berlaku yang memenuhi aspek keamanan, keselamatan perjalanan udara (safety first), tetap melakukan protokol kesehatan sesuai ketentuan, serta tidak menyebabkan penyebaran COVID-19.
Sumber: antaranews.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 604
Nurhadi. Foto: dok/JPNN.com
SitindaonNews.Com | Mantan Sekretaris MA (Mahkamah Agung) Nurhadi sempat melakukan perlawanan saat hendak ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (1/6) malam.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
"Iya (melakukan perlawanan). Pintu tidak dibuka, KPK koordinasi dengan RT setempat untuk buka paksa agar disaksikan, baru kemudian dibuka paksa," kata Ghufron saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).
Ghufron menjelaskan, pihaknya juga melakukan penggeledahan setelah membekuk Nurhadi, menantunya bernama Rezky Herbiyono, dan juga istri Nurhadi, Tin Zuraida.
"Kami membawa barang-barang yang ada kaitannya dengan perkara kami. Sampai saat ini masih diperiksa," jelas dia.
Mengenai lokasi penangkapan buron kasus dugaan gratifikasi dan suap itu, Ghufron mengaku tidak tahu persis.
Apakah di rumah pribadi Nurhadi atau tidak, Ghufron tidak mau menjawab.
"Kami tidak tahu lagi di rumah pribadi atau tidak, Karena yang terdata di kita ada banyak rumah beliau. KPK sudah mendatangi dan menggeledah lebih dari 13 kediaman yang semuanya diklaim sebagai rumah yang bersangkutan," jelas dia. (tan/jpnn)
Sumber: https://m.jpnn.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 646
Covid dan Copet bekerjasama di keramaian
SitindaonNews.Com | Menjelang Idul Fitri, Pusat Perbelanjaan dan Pasar ramai dikunjungi masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan menyambut lebaran.
Salah satu diantaranya Pusat Pasar Medan akhir² ini ramai orang berbelanja, padahal sebelumnya Pasar ini sangat sepi pengunjung.
Ramainya pengunjung membuat pasar ini dikhawatirkan menjadi cluster baru penyebaran Covid-19, karena terlihat banyak pengunjung tidak pakai masker.
Selain rawan penyebaran Covid-19, juga keramaian ini rawan copet.
Baru saja terjadi, hari Rabu 20 Mei 2020, sekitar pukul 12.20 WIB, seorang ibu berjilbab cream dan masker ungu pengunjung Pusat Pasar Medan menangis pilu, karena saat berbelanja baru tersadar tasnya sobek disilet copet, dompet dan uang di dalam tasnya sudah raib bersama pencopetnya.
#JagaKesehatan
#JagaKeselamatan
#JagaBarangBawaan
#,HindariKeramaian
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 950
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) antre menaiki pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat, 24 April 2020. KBRI Colombo merepatriasi 335 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA/KBRI Colombo
Jakarta - Beberapa hari belakangan, masyarakat dihebohkan dengan foto penumpukan orang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Hal tersebut terjadi seiring dengan jadwal pulang kampung masyarakat menjelang Hari Raya atau Lebaran. Padahal, naik pesawat bukanlah pilihan yang tepat untuk dilakukan di tengah pandemi virus corona alias Covid-19. Sebab, mudik dengan naik pesawat justru meningkatkan risiko terjangkit virus corona. Direktur medis untuk pengawasan dan pengendalian bakteri di University of Chicago Medicine Emily Landon mengatakannya.
Melansir dari situs National Geographic, Landon menjelaskan bagaimana virus corona menyebar di dalam pesawat. “Sebagaimana kita ketahui, virus corona menyebar lewat percikan air liur. Orang yang terinfeksi dan naik pesawat akan menjatuhkan tetesan lewat bersin dan berbicara ke daerah sekitarnya,” katanya.
Hal ini membuat risiko orang yang duduk di kiri dan kanan, serta dua barisan depan dan belakang paling rentan terjangkit virus tersebut. “Jarak aman adalah dua meter. Sedangkan itu baru dialami baris ketiga dari depan dan belakang pasien. Artinya risiko besar sudah digarisbawahi oleh kelompok kecil ini,” katanya.
Adapun profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat global di University of Michigan Arnold Monto mengatakan bahwa itu bukan berarti penumpang lainnya aman. Sebab berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tingkah laku penumpang pesawat, setidaknya pergerakan dilakukan setelah satu jam perjalanan. “Pergerakan yang dimaksudkan termasuk pergi ke toilet, merenggangkan kaki di kabin pesawat dan membuang barang ke tempat sampah. Ini membuat penyebarannya dari satu orang ke lainnya semakin meluas dan cepat,” katanya seperti dilansir dari situs News.com.au.
Untuk alasan tersebut, seluruh kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19 lewat pesawat sangat tidak dianjurkan. “Demi kesehatan Anda dan masyarakat, jangan dulu melakukan kegiatan perjalanan selama pandemi Covid-19,” katanya.
Sumber: .tempo.co