Search
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 832
Ilustrasi Bandara (Grandyos Zafna/detikcom)
SitindaonNews.Com | Jakarta - Pemerintah memutuskan menghentikan sementara layanan transportasi udara komersial dan carter. Larangan ini merupakan tindak lanjut dari larangan mudik kepada masyarakat.
"Untuk sektor transportasi udara, pertama adalah larangan melakukan perjalanan di dalam negeri maupun ke luar negeri, baik menggunakan transportasi udara berjadwal maupun transportasi udara carter," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2020).
Larangan ini akan berlaku mulai 24 April hingga 1 Juni 2020 mendatang. "Berlaku mulai 24 April sampai dengan 1 Juni 2020," ujarnya.
Namun larangan ini dikecualikan untuk pimpinan atau lembaga tinggi negara RI dan tamu atau wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Kemudian juga untuk pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang terkena imbas virus Corona (COVID-19).
"Ketiga operasional penegakan hukum ketertiban dan pelayanan darurat serta untuk petugas penerbangan," tuturnya.
Pengecualian juga diberikan untuk angkutan kargo dan operasional lainnya atas seizin pemerintah dalam rangka mendukung penanganan COVID-19. Selain itu, untuk pengangkutan kebutuhan alat kesehatan dan logistik.
"Untuk navigasi ruang udara tetap buka artinya bahwa pelayanan navigasi pesawat yang overflight tetap buka. Buka 100 persen. Bandara juga beroperasi seperti biasa, di mana mereka wajib melayani pesawat yang take off landing dan melintasi bandara tersebut," pungkas Novie.
Sumber: detik.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 596
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFAAtek saat ditemui di kediamannya, Selasa (21/4/2020).
Kasus pencurian beras yang dilakukan Atek (40), warga Kota Medan, sempat viral di media sosial.
Himpitan ekonomi dan sulitnya mencari nafkah, membuat Atek nekat mencuri beras.
Saat ditemui Tribun Medan di kediamannya di Jalan Mawar Gg Banteng, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/4/2020), Atek mengaku curi beras untuk menyambung hidupnya.
Atek menuturkan, awalnya ia membeli mi instan di toko sembako tersebut.
Ketika itu, ia juga telah menggeser satu karung beras ke arah luar toko.
"Sudah beberapa hari saya tidak makan nasi lantaran hanya sanggup beli mi instan.
Jadi saya geser goni beras agar bisa dibawa, dan ketika hendak dibawa ternyata ketahuan. Jadi saya diamuk massa," ujarnya.
Beruntung nyawa Atek berhasil diselamatkan pihak kepolisian pada Minggu (19/4/2020) lalu.
Ia pun menjelaskan apa alasannya hingga nekat mencuri.
Alasan itu diterima oleh masyarakat sekitar, hingga kasusnya tidak berlanjut ke ranah hukum.
Pihak kepolisian sendiri merespons cepat kejadian tersebut.
Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing yang ditemui di Gedung Olah Raga, Jalan William Iskandar pada Selasa sore mengatakan, pada kasus itu pihaknya mendapat informasi pencurian. Kemudian pelaku dibawa ke polsek.
"Kami cek mau mengambil beras karena belum makan atau tidak makan selama beberapa hari. Kami juga berinisiatif karena situasi covid-19 seperti ini yang kita kedepankan sekarang ini kemanusiaan," ujarnya, Selasa (21/4/2020).
Menki begitu, lanjut Martuasah, hal itu pun tergantung keputusan korban.
"Kami bersyukur ternyata korban berkenan tidak buat laporan polisi dan berhasil dimediasi. Kemudian yang bersangkutan pulang ke rumah,” ujarnya.
“Saya juga dapat informasi bahwa kehidupan dia sangat susah. Kembali lagi bahwa kami Polri dalam situasi seperti ini kita harus betul-betul simpati dan mengutamakan kemanusiaan," ungkapnya.
Menurut Martuasah, pihaknya membantu meringankan beban Atek dengan memberikan sembako dan uang tunai.
"Tentunya harapan kami, bahwa apa yang kami berikan tidak banyak tapi bisa membantu untuk meringankan beban,” ujarnya.
“Terkait kasus kami sampaikan bahwa dalam hal penegakan hukum tidak dilihat dari satu sisi saja, akan tetapi kami lihat faktor lain, faktor sosial, hukum yang lain. Dalam situasi ini kami tidak memaksa untuk korban tidak melaporkan. Jadi, intinya kedua belah pihak sepakat utnuk berdamai dan tentunya proses penegakan hukum kami kesampingkan," katanya.
Pantauan Tribun Medan di kediaman Atek yang berada di Jalan Teratai Gang Mawar, Atek banyak mendapat bantuan pasca kejadian yang dialaminya.
Terlihat istri Atek pun berada di rumah. Sebelumnya Atek dikabarkan mengalami masalah rumah tangga, hingga istri dan ketiga anaknya menyewa rumah di kawasan Jalan Perjuangan II, Kecamatan Polonia.
Tidak hanya itu, anak sulung dari pasangan Atek dan Faridah ini terpaksa putus sekolah lantaran masalah ekonomi.
Pasca-mengalirnya bantuan dari sejumlah pihak, Atek bersama istri dan anaknya juga terlihat membagikan sumbangan yang didapatnya kepada tetangganya.
Terkait kasus kelaparan hingga nekat melakukan aksi pencurian, pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Medan Baru, mengimbau agar masyarakat lebih peka terhadap sesama tetangga.
"Kami mengimbau masyarakat tentunya dalam situasi covid-19 seperti ini, kami Polri bersama pemerintah baik itu kecamatan, Polsek Medan Baru untuk bisa bergotong royong. Karena itulah yang utama saat ini. Bagi masyarakat yang berkelebihan diharapkan membantu yang berkesusahan," sebutnya.
Lanjut Martuasah, pihaknya mengajak masyarakat khusunya Medan Baru untuk dapat menjaga suasana keamanan dan kenyamanan selama wabah Covid-19 berlangsung.
"Karena ini persoalan di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Ini saatnya kita bersama-sama menunjukkan karakter orang Medan yang saling tolong menolong. Kita jangan terpancing isu-isu hoaks yang bisa menyesatkan Medan," pungkasnya
Sumber: tribunnews.com
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 730
Sekedar mengingatkan utk kita semua.
Sehubungan dengan berkembangnya situasi saat ini, kedepan keamanan mungkin akan semakin kurang kondusif mengingat banyak org pengangguran krn di PHK dan dilepaskannya narapidana.
Maka itu kita harus saling menjaga dan mawas diri karena ekonomi semakin sulit sehingga banyak orang nekad.
Untuk itu diharapkan mulai saat ini kalau keluar kemanapun, agar :
1. Jangan memakai perhiasan asli atau imitasi.
2. Jangan memakai Jam tangan bermerek.
3. Jangan memakai tas tangan yang mencolok, khusus cewek dan usahakan sedapat mungkin jangan pakai tas tangan.
4. Jangan membawa HP di tangan dan terlihat, apalagi saat berkendaraan.
5. Pergunakan tempat yg aman untuk membuka hp, jangan sembarangan tempat.
6. Utk ibu2/anak perempuan dan orang tua, ketika keluar dari rumah usahakan tdk sendirian krn sangat rentan thd penjambretan.
7. Jangan bepergian pada jam/waktu saat sepi dari aktifitas.
*"INGAT.... KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KRN NIAT PELAKU... TETAPI KARENA ADA KESEMPATAN"*
Sekedar mengingatkan
Mohon maaf bila tak berkenan
Semoga seluruh keluarga besar kita aman dan terhindar dari berbagai musibah.Sehat kita selalu. ??
Sumber: Group Medsos
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 974
RENCANA RUSUH ITU 18 APRIL 2020
Sungguh mengerikan bila rencana jahat itu tidak segera terendus oleh pihak Kepolisian. Kerusuhan yang direncanakan akan mereka gelar di Pulau Jawa pada 18 April 2020 mendatang, tentu saja hanya akan membuat masyarakat panik, takut, semakin susah, dan ujung-ujungnya bisa ditebak arahnya.
Tentulah untuk menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan, serta menjaga stabilitas ekonomi negeri ini. Setelah itu sangat mungkin akan dilanjutkan dengan demo berjilid-jilid untuk menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Ma'ruf Amin untuk lengser.
Aksi vandalisme di Tangerang dan Bandung yang pelakunya keburu ditangkap, itu adalah simbol serta moda hasutan dan provokasi kepada masyarakat luas agar ikut pada aksi rusuh yang dilanjutkan penjarahan yang membabi buta hingga suasana mencekam.
Mereka kalangan milenial yang terdiri dari mahasiswa dan anak SMA yang rasanya hanya pelaku lapangan di garis paling bawah yang kurang tahu apa-apa. Bukan hanya mereka saja, tapi hingga menyusup ke sektor lainnya, termasuk provokasi dari orang yang mengaku driver Ojol, padahal hanya pinjam jacketnya saja. Dari semua itu, pastilah ada koordinator lapangan dan aktor intelektual yang memiliki modal kuat, sehingga dapat merancang serta menyiapkan semua rencana busuk itu.
Bayangkan, dengan semua program yang telah disiapkan oleh pemerintah agar bangsa ini tidak terjerembab ke jurang yang paling dalam pun mereka tetap egois dan hanya memikirkan kekuasaan. Apalah lagi bila desakan lockdown dari beberapa pihak dikabulkan pemerintah pusat. Sudah terbayang bahwa ekonomi negara akan langsung terjun bebas, lalu tingkat kemiskinan meningkat, kelaparan terjadi dimana-mana, dan ujung-ujungnya pun tuntutan lengser kepada Presiden Jokowi.
Ini sudah bukan rahasia umum bila ada kelompok tertentu yang sudah lama ingin berkuasa di negeri ini tapi selalu gagal eksis, walau segala cara telah mereka halalkan. Kini mereka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dikala Indonesia digempur oleh serangan virus yang bernama Covid-19. Padahal musibah ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia, hingga beberapa negara harus pontang panting menghadapinya, bahkan ada yang nyaris bangkrut karena ekonominya tak berjalan.
Kelompok ini adalah mereka yang sudah terbiasa hidup dari kemewahan yang diperoleh dengan cara-cara yang licik. Kini saat zona nyamannya terganggu, mereka berontak dan terus mengganggu pemerintah apa pun celah yang terlihat oleh mereka. Jadi jangankan mereka mau peduli dengan keadaan sekarang, apalagi hingga mengulurkan tangan untuk membantu mempercepat penanganan Covid-19, yang mereka pikirkan adalah rusuh, dan rebut kekuasaan, lalu bancakan.
Lalu apa itu Anarko yang sejatinya berarti 'Anarkis?' Kelompok yang awalnya dibentuk dari kalangan buruh di Perancis yang juga merupakan paham yang menginginkan serikat buruh menjadi kekuatan potensial untuk menuju kepada revolusi sosial, menggantikan kapitalisme dan negara dengan tatanan masyarakat baru yang mandiri dan demokratis oleh kelas pekerja. Saat terjadi rusuh di Bandung, mereka yang mengenakan seragam serba hitam. Tapi ada kejanggalan bahwa mereka tidak terlihat mewakili buruh, dan penulis meyakini mereka bukan buruh, tapi kelompok yang dibentuk secara khusus. Huruf "A" yang mereka tinggalkan adalah simbol pergerakannya, seperti halnya di Tangerang.
Kita patut mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan semoga Polri, TNI, serta Badan Intelijen Negara, bisa terus berkolaborasi dan menjaga kekompakan, agar kiranya dapat mengawal negeri tercinta ini dari berbagai rongrongan yang datang dari segala penjuru, baik dalam mau pun luar negeri.
Bravo dan semangat Polri..
Oleh: Wahyu Sutono
Salam NKRI Gemilang ????
Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3106985872726110&id=803774136380640
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 653
PROVOKATOR TERCIDUK
Tak terbayang betapa kecewa dan malunya kedua orang tua Riski dan kawan kawannya yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini, kini harus meringkuk di balik jeruji besi karena tertangkap Polisi akibat perbuatan melawan hukum yang diduga menjadi provokator dengan cara menghasut masyarakat.
Para pelaku melakukan aksi vandalisme ini dengan cat pilog di beberapa lokasi di kota Tangerang, yang sangat mungkin dapat berakibat fatal yang mengarah pada kekacauan di tengah masyarakat bila tak tertangkap. Tulisan yang bernada provokatif itu antara lain:
1. Kill the rich
2. Mati konyol, apa mati melawan
3. Sudah krisis mari membakar
Anggota polsek Tangerang bersama anggota Resmob Polres Metro Tangerang Kota bergerak cepat melakukan penangkapan Riski dan kawannya di Café Egaliter guna pengusutan lebih lanjut. Tindak pidana dari tersangka dapat dikenai pasal 160 KUHP dan atau pasal 14 dan atau pasal 15 UU RI No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
"Semoga pihak Kepolisian pun dapat mengorek lalu menangkap aktor intelektual dibalik aksi konyol yang menginginkan Indonesia rusuh memanfaatkan kondisi ketika negeri ini sedang mengalami musibah akibat Covid-19."
Bravo Polsek Tangerang ??
.
.
.
Wahyu Sutono
Copas: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3105035859587778/
- Details
- Category: Trending News
- By ZA Sitindaon
- Hits: 671
Tim Polsek Gesi dan relawan bersama warga saat berada di Jembatan Sapen Gesi Sragen yang dijadikan lokasi percobaan bunuh diri seorang wanita, Sabtu (4/4/2020). Foto/Wardoyo
SitindaonNews.Com | Misteri aksi nekat seorang wanita yang hendak bunuh diri terjun dari Jembatan Sapen, Sabtu (4/4/2020) pagi akhirnya terkuak.
Wanita bernama Prihatin (44) asal Dukuh RT 9, Desa Majenang, Sukodono itu nekat meloncat terjun ke Sungai Bengawan Solo dari atas Jembatan Sapen di Dukuh Sapen, Tanggan, Gesi.
Beruntung, korban masih bisa diselamatkan oleh seorang tukang bakso yang berada di lokasi kejadian. Masalah keluarga dan kendala ekonomi diduga kuat menjadi pemicunya.
“Korban sudah berkeluarga. Dugaannya memang depresi karena masalah ekonomi keluarga yang kekurangan,” papar Kapolsek Gesi, Iptu Teguh Purwoko kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (4/4/2020).
Namun ada yang menarik dari aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan perempuan paruh baya itu.
“Jadi saat sudah loncat dan jatuh ke sungai, dia masih mencoba bertahan dan bisa renang. Beruntung, kemudian bisa diketahui oleh saksi penjual bakso di dekat jembatan dan berhasil ditolong,” urai Kapolsek.
Data yang dihimpun di lapangan, aksi percobaan bunuh diri itu terjadi pukul 11.00 WIB. Aksi korban diketahui oleh Darno Sumito (60) penjual bakso asal Dukuh Sapen RT 16, Desa Tanggan, Gesi, Sragen yang berada di dekat jembatan.
Kejadian bermula ketika pagi itu sekitar pukul 05.30 WIB, korban terlihat mengendarai sepeda motor dan kemudian mondar-mandir di atas jembatan.
Korban saat itu terlihat mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam. Sekitar pukul 11.00 WIB, Darno pun curiga karena korban sudah tak terlihat di jembatan namun sepeda motornya tertinggal di atas jembatan.
Mendapati hal itu, ia langsung berinisiatif memberitahu istrinya, Lamini, untuk mencari korban ke bawah jembatan.
Tak lama berselang, mereka mendapati korban sudah mengambang di sungai tak jauh dari jembatan. Saat itu, korban terlihat masih berusaha berenang untuk bertahan di sungai.
Seketika, Darno langsung menolongnya dan berhasil mengevakuasi korban dari sungai. Setelah dievakuasi, dengan dibantu tetangga, korban lantas dibawa ke RSUD Sragen dan setelah mendapatkan perawatan, akhirnya bisa selamat.
Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo melalui Kapolsek Gesi, Iptu Teguh Purwoko membenarkan aksi percobaan bunuh diri itu.
“Jadi ceritanya korban dari pagi mondar-mandir di atas jembatan, kemudian terjun ke sungai dan motornya masih di atas. Ada saksi penjual bakso di dekat jembatan yang curiga dan setelah mengecek, ternyata mendapati korban sudah mengambang di sungai. Korban berhasil diselamatkan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (4/4/2020).
Kapolsek menguraikan korban sudah berkeluarga. Sesaat usai kejadian, suami korban juga langsung menyusul dan menjemput istrinya di RSUD Sragen.
“Korban tidak mengalami luka dan berhasil selamat. Tadi suaminya juga langsung menyusul dan menjemputnya di RSUD Sragen,” pungkasnya. Wardoyo
Sumber: teras.id
More Articles …
- Akhirnya Bersatu, Israel dan Palestina Tunjukkan Kekompakan Ini untuk Bersama-sama Lawan Virus Corona!
- Najwa Shihab Sindir Rencana Yasonna Laoly Bebaskan Napi Koruptor: Nanti Dulu, Alasan Ini Mengada-ada
- Yasonna Usul Bebaskan Koruptor karena Covid-19, YLBHI: Ibarat Merampok Saat Bencana
- KPK Tanggapi Positif Ide Yasonna Laoly Bebaskan Napi Koruptor Alasan Antisipasi Corona