Top Stories
-
Lebih Sehat Mana: Gula Pasir Atau Gula Aren
-
Sebelum Terlambat, Batasi Konsumsi 7 Makanan Yang Dapat Merusak Ginjal
-
Benny K Harman: Amarah Rakyat Harus Dilihat Sebagai Peringatan Keras Kepada DPR
-
Breaking News: Prabowo Resmi Copot Sri Mulyani Dan Budi Arie
-
Kenali Tanda Spoofing, Banyak Modus Baru Penipuan Online
-
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 482

SitindaonNews.Com | Sebuah bus pariwisata yang sarat penumpang tertabrak kereta api saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu di Desa Ketanon, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu sekitar pukul 05.00 WIB, mengakibatkan empat orang tewas dan belasan lainnya luka-luka.
Saksi mata Imam yang melihat langsung detik-detik kecelakaan menuturkan bahwa bus pariwisata milik PO Harapan Jaya itu tertabrak KA Rapih Dhoho yang melaju dari arah Stasiun Tulungagung menuju Kediri.
"Bagian belakang tertabrak hingga muter (berputar), lalu bagian depan bus menghantam gerbong ke tiga (KA Rapih Dhoho)," tutur Imam.
Saat itu, menurut dia, sebenarnya ada tiga bus pariwisata milik PO Harapan Jaya yang berangkat berombongan membawa karyawan toko plastik di Desa Ketanon.
Bus pertama yang juga sarat penumpang berhasil melintas dengan selamat. Namun, giliran bus kedua, pada saat bersamaan sedang melaju kereta api Rapih Dhoho dengan kecepatan sedang.
Bus berusaha segera melaju. Namun, karena jarak sudah dekat, bagian belakang bus pariwisata itu tertabrak lokomotif KA.
Terjadilah benturan keras yang menyebabkan badan bus terpelanting berputar.
Dari semula badan bus yang bergerak dari dari barat ke timur, berputar hingga bagian depan berada di sisi barat.
Kondisi serupa dialami lokomotif kereta. Bagian depan loko ringsek dan lokomotif tidak bisa digerakkan.
Warga yang penasaran mengerumuni lokasi kejadian.
Evakuasi terhadap korban alami kendala bagian tubuh korban yang terjepit badan bus.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwajib, dan masih dilakukan evakuasi bus dan kereta api.
Belasan korban luka berat dan sebagian lain luka ringan yang langsung dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung. (ANTARA)
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 557

SitindaonNews.Com | TNI Angkatan laut menggerebek gudang tempat penampungan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang akan berangkat ke Malaysia di Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Aan Prana Tuah Sebayang mengatakan petugas Gabungan Lanal Tanjung Balai Asahan telah melakukan penggerebekan pada pukul 01.30 WIB, Senin (28/2) dini hari.
"Petugas menangkap sedikitnya 75 Orang di gudang penampungan milik warga berinisial RR," ungkap Aan.
Dia merinci pekerja migran itu terdiri atas 47 orang laki-laki dan 28 orang perempuan. Mereka telah didata dan dilimpahkan kepada pihak kepolisian guna diproses lebih lanjut.
Terpisah, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah mengatakan keberhasilan penangkapan itu tidak terlepas dari informasi masyarakat dan kerja sama antarinstansi terkait di wilayah Tanjung Balai.
Pangkoarmada I menegaskan bahwa komitmen TNI AL sudah sangat jelas dan tegas, tidak ada kompromi dengan segala bentuk upaya yang mengancam kedaulatan termasuk tindak pidana dan pelanggaran di Laut.
"Sesuai kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut, tidak ada pembiaran apalagi membekingi kegiatan-kegiatan ilegal seperti penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) Ilegal ini" jelas Arsyad.
Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara tidak ada dugaan keterlibatan prajurit TNI AL dalam upaya kegiatan ilegal itu. Namun demikian, bila dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan dugaan personel TNI Angkatan Laut terlibat, maka akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Dengan digagalkannya upaya penyelundupan PMI Ilegal di Tanjung Balai Asahan merupakan salah satu bentuk kehadiran TNI Angkatan Laut melakukan Patroli guna mencegah segala bentuk pelanggaran sesuai dengan Komitmen yang dikatakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono," kata Arsyad menegaskan. (ANTARA)
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 377
Kemacetan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat di saat libur panjang. (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)
SitindaonNews.Com | Kemacetan kembali terjadi di jalur Puncak, Bogor Jawa Barat. Tak sedikit warga yang hendak pulang kampung harus terjebak macet hingga belasan jam.
Salah satunya Ayy Indri (25). Indri berangkat ke puncak untuk pulang ke rumah orangtuanya. Tapi sialnya dia harus terjebak macet selama 12 jam hingga mengalami dehidrasi sebab warung yang biasa berjualan sepanjang jalan Puncak Bogor tutup.
Ayy memang berniat menghabiskan akhir pekan panjang di kawasan Puncak Bogor yang merupakan kampung halamannya. Dia berangkat dari Jakarta pada Minggu (27/2) sore sekitar 18.30 WIB.
"Saya berangkat dari Jakarta sekitar pukul 18.30 WIB, rencana memang mau pulang ke rumah orang tua karena kebetulan rumah orang tua saya di Puncak," kata Indri dilansir dari Detik.com.
Saat melakukan perjalanan itu, dia sengaja memilih keluar Tol Ciawi demi menghindari kemacetan. Tetapi rencananya tidak berhasil, sebab mobil yang dia tumpangi justru tak bergerak sama sekali selama lima jam setelah keluar Tol Ciawi menuju Puncak.
"Saya sengaja keluar Tol Ciawi karena memilih lewat jalan kampung pas keluar Tol Ciawi. Ternyata sama saja arah ke jalan kampungnya stuck 5 jam sampai masuk ke jalan kampung," ujarnya.
Hingga total dia terjebak selama 12 jam. Dari mulai berangkat Minggu malam pukul 18.30 WIB dan baru tiba di Puncak, Bogor Senin (28/2) pagi sekitar pukul 07.49 WIB.
"Kurang-lebih (terjebak macet) sekitar 12 jam. Saya sampai tujuan sekitar jam 07.49 WIB," ujarnya.
Indri mengaku baru pertama kali mengalami macet parah hingga terjebak belasan jam. Dia bahkan sempat ingin memutar balik untuk kembali ke Jakarta. Berbagai perasaan tercampur, dari mulai kesal, marah, lapar hingga mengantuk sepanjang perjalanan.
Dia kemudian meminta pemerintah setempat memperketat lagi aturan ganjil-genap saat libur panjang seperti ini. Hal itu agar kemacetan parah tak terulang.
"Pesannya saya sebagai warga asli Puncak supaya jalur Puncak di saat long weekend bisa lebih diperketat lagi atur ganjil-genap dengan tertib dan tetap berlaku, karena saya ke Puncak bukan untuk liburan, tapi untuk pulkam," ujarnya.
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 568
Aksi pria muda ini tertangkap kamera CCTV mencuri celana dalam wanita di Perumahan Graha Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Foto/IG Bekasi.terkini.
Aksi pencurian celana dalam wanita terjadi di Perumahan Graha Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi pada Minggu (27/2/2022) dini hari. Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan diunggah ke media sosial. Berdasarkan unggahan @bekasi.terkini aksi tersebut dilakukan oleh pria muda.
Dalam rekaman, untuk menjalankan aksinya dia memanjat dinding rumah tersebut. Dirinya yang melancarkan aksi seorang diri kemudian langsung menuju jemuran yang berada di halaman rumah.
Setelah berhasil mengambil pakaian dalam tersebut dia pun langsung bergegas kembali memanjat tembok yang digunakannya untuk masuk.
Dalam keterangan unggahan, aksi tersebut bahkan sudah yang kesebelas kalinya.
Sementara, yang menjadi incaran hanyalah pakaian dalam kepunyaan wanita. ”Menurut pemilik rumah, kejadian tersebut sudah kesebelas kalinya terjadi di rumahnya.
Pelaku hanya mengincari pakaian dalam wanita yang dijemur di depan rumahnya,” tulis keterangan unggahan @bekasi.terkini, Minggu (27/2/2022)
Hingga berita ini ditayangkan, belum jelas motif dari diduga pelaku. Sampai saat ini belum diketahui apakah pemilik rumah sudah melakukan pelaporan.
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 362

ARIFIN PANIGORO
DI setiap zaman, ada segolongan manusia yang paling mudah ikut arus kekuasaan: para pengusaha. Banyak juga yang berpolitik, tapi dalam jubah pengusahanya, mereka tak akan berani berhadapan dengan penguasa.
Salah satu pengecualian adalah pria ini: Arifin Panigoro.
Lelaki ini adalah pemilik Meta Epsi Drilling Company atau Medco -- perusahaan tambang yang punya ladang-ladang minyak dan gas di berbagai daerah di Indonesia, Mexico, Tanzania, Libya, Yaman, Oman, sampai Thailand.
Pria kelahiran Gorontalo ini salah satu orang terkaya Indonesia. Rumahnya di kawasan Jenggala, di ujung jalan Sudirman, Jakarta menempati areal lebih dari satu hektare -- konon bekas satu kompleks perumahan milik perusahaan minyak asing yang dibelinya.
Berbeda dengan pengusaha umumnya, Arifin seorang pemberani di hadapan kekuasaan.
Saya ingat, pada senja kekuasaan Orde Baru, ia menjadi tersangka dengan tuduhan yang sungguh-sungguh menakutkan: pelaku makar. Gara-garanya, ia menghadiri sebuah pertemuan di Yogyakarta pada 5 Februari 1998.
Pertemuan itu membahas topik yang paling tabu di Indonesia selama puluhan tahun: soal suksesi kepemimpinan nasional. Topik penggantian Presiden Soeharto.
Bayangkanlah pertemuan di Hotel Radisson itu. Yang hadir, selain Arifin Panigoro, adalah Amien Rais, Afan Gaffar, Anggito Abimanyu, Busyro Muqoddas, dan sejumlah akademisi dari Universitas Gadjah Mada. Tentu saja hadir pula sejumlah intel Melayu.
Afan Gaffar menyampaikan hal tabu berupa pembatasan masa jabatan presiden dan redefinisi fungsi DPR/MPR, Anggito mengusulkan penghapusan monopoli -- yang tentu berakibat ke bisnis anak-anak Soeharto -- dan Busyro mengusulkan sistem hukum yang independen.
Lalu Arifin Panigoro angkat bicara, tak berbasa-basi. "Pak Amien, kondisi di negara kita sekarang ini sudah gawat. Ada krisis ekonomi, krisis moneter, dan juga krisis kepercayaan kepada pemerintah. Masalah ini tidak mungkin bisa diatasi tanpa ada reformasi-reformasi yang besar di pemerintahan."
Mereka membahas sebuah gerakan rakyat. People power.
Mudah ditebak, Pertemuan Radisson itu menjadi isu besar di tanah air. Peserta pertemuan diperiksa tentara, bahkan Arifin Panigoro menjadi tersangka sepulang ke Jakarta.
Beberapa bulan kemudian, sang patriark Orde Baru, Soeharto tumbang.
Generasi yang lahir belakangan, mungkin tak tersentuh lagi dengan cerita perlawanan seperti ini. Zaman sudah lain. Rapat membahas suksesi seperti di Hotel Radisson, Yogyakarta, 24 tahun silam, adalah pemandangan biasa hari-hari ini.
Satu yang pasti: tak banyak pengusaha seperti Arifin Panigoro, pengusaha yang tak larut dengan arus di setiap kekuasaan berganti.
Ia memang pernah ikut masuk politik, menjadi petinggi PDI Perjuangan. Ia keluar dari PDIP dan tetirah dari politik ketika partai itu menjadi penguasa. Presiden Jokowi sempat pula mengangkatnya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden, tapi saya tahu, posisi itu takkan menghalanginya untuk bersuara lantang dan terang. Ia tak membutuhkan perlindungan kekuasaan atas bisnisnya, apalagi tambang-tambang minyaknya lebih banyak di luar negeri.
Begitulah. Menjelang subuh tadi, Arifin Panigoro meninggal dunia di Rochester Minneapolis USA. Sang pemberani ini menggenapi perjalanan hidupnya di usia 76 tahun.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Pak Arifin.
.
.
.
Tomi Lebanghttps://www.facebook.com/803774136380640/posts/5182317765192900/