Top Stories
-
Lebih Sehat Mana: Gula Pasir Atau Gula Aren
-
Sebelum Terlambat, Batasi Konsumsi 7 Makanan Yang Dapat Merusak Ginjal
-
Benny K Harman: Amarah Rakyat Harus Dilihat Sebagai Peringatan Keras Kepada DPR
-
Breaking News: Prabowo Resmi Copot Sri Mulyani Dan Budi Arie
-
Kenali Tanda Spoofing, Banyak Modus Baru Penipuan Online
-
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook
Search
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 428
Mindset rakus.
“ Di Indonesia ini ada yang paling aneh. Pemerintah bekerja membangun jalan dan bendungan, bandara, pelabuhan, IKN dinyinyirin terus. Teriak macam macam. Seakan kebodohan dan kesalahan ada pada pemerintah.
Jadi sebenarnya ini bukan lagi soal politik tetapi mental rakus. “
Tahu rakus itu apa ? Rakus adalah sifat yang ogah kerja keras, ogah berproses melewati hambatan, tetapi pengen dapatkan uang cepat. Engga penting uang itu dapat dari ngemis. Engga penting uang itu dari subsidi negara. Engga penting uang itu didapat dari korupsi, nipu atau modus. Apapun yang memberikan ilusi kemudahan jadi orang kaya pasti diikuti. Kalau ada yang sulit pasti dihindari.
Makanya jangan kaget akun selebritas paling banyak diikuti. Entah selebiritas panggung artis atau ustad atau pengkotbah. Semuanya heboh.
Akibat sifat rakus itu, batas orang baik dan jahat sulit sekali dibedakan. Karena semua mereka punya mindset sama. Sama sama pengen cepat kaya dan mudah. Kalau gagal, sama sama punya sifat ngeluh. Marah engga jelas. Nyeletuk perasaan irasional. Pemerintahlah engga adil. Orang kaya yang tidak mau berbagi.
Kemudian pasti berujung kepada agama. Jadi hakim soal dosa orang lain. Jadi hakim perlunya perubahan sistem.
Sementara mereka tidak kemana mana. Hanya berputar putar dari depan rumah dan dapur saja nunggu BLT pemerintah atau jamaah atau bouhier.
Kini di China banyak studio film dan TV yang sepi produksi. Akun seleb dan influencer sepi like. Karena pemerintah hapus fiture like.
Artis hanya boleh dapat honor maksimum 40% dari budget produksi. Tidak boleh jadi bintang iklan yang mempromosikan hedonisme. Kini rumah produksi dan studio kesulitan dapatkan artis.
Apakah mati bisnis hiburan? Tidak. By process terjadi transformasi. Yang tampil adalah mereka yang lulusan akademi teater. Film sudah jadi industri. Ukurannya bukan lagi cantik dan gateng. Tetapi passion orang terhadap pekerjaannya. Mereka pasti tidak rakus. Begitu cara China memerangi pengaruh buruk yang membuat orang rakus.
“ Orang gagal dan sukses itu hanya karena berbeda minset rakus. Orang sukses melihat pekerjaan adalah ibadah.
Sekeras apapun hambatan dan kesulitan, walau harus kerja diatas 10 jam tidak akan membuat mereka mengeluh.
Punya uang banyak mereka tetap sederhana. Selalu bersyukur setiap waktu.
Tetapi orang gagal, apapun dikeluhkan, termasuk pekerjaan dan rezeki yang tersedia. Kurang bersyukur. Selalu melihat rumput tetangga. Selalu menengadah keatas. ..
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 679
Seorang pria lanjut usia bernama Oh Go Seng Sumber : The Strait Times
SitindaonNews.Com, || Seorang pria lanjut usia bernama Oh Go Seng mendadak menjadi perbincangan warganet, pasalnya Oh Go Seng ditemukan tinggal sendiri di hutan, Sungai Tengah, Singapura Barat.
Mengutip dari The Strait Times Minggu 6 Februari 2022, menuliskan seorang laki-laki lanjut usia tinggal seorang diri di Singapura selama lebih dari tiga dekade.
Diketahui bahwa Oh Go Seng hanya menggunakan sedikit tenda di hutan, hal itu membuat orang bertanya-tanya bagaimana caranya Oh Gong Seng bertahan hidup.
Selama tinggal di hutan, Oh Go Seng mengaku menanam sayuran sendiri seperti daun pandan, cabai, dan ubi. Sementara untuk membersihkan dirinya, Oh Go Seng memanfaatkan air kolam yang tidak jauh dari tendanya.
Untuk mengisi perutnya, Oh Go Seng rutin memasak bubur dengan menggunakan tungku api terbuka.
Ilustrasi hutan. Photo : dw
Menurut laporan pria berusia 79 tahun itu membangun tenda dengan menggunakan plastik, yang disangga dengan tongkat kayu sebagai tempat untuk berteduhnya.
Kehidupan Oh Go Seng yang dinilai jauh dari kehidupan modern, siapa sangka bahwa ia memiliki keluarga yang tinggal di Indonesia. Oh Go Seng mengaku bahwa dia memiliki seorang istri berusia 50 tahun dan seorang putri berusia 19 tahun yang keduanya tinggal di Batam, Indonesia.
Tidak lepas tanggung jawab menjadi kepala rumah tangga, Oh Go Seng juga rutin mengirimkan uang bulanan kepada keluarganya. Menurut pengakuannya, dia rutin mengirimkan 500 dolar Singapura atau setara Rp 5,4 juta perbulan.
Sumber: viva.co.id
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 519
Mark Zuckerberg terancam lengser dari deretan 10 orang terkaya dunia usai harga saham Meta Platforms turun US$31 miliar. (AP/Andrew Harnik
SitindaonNews.Com, || Mark Zuckerberg terancam lengser dari deretan 10 orang terkaya dunia usai harga saham induk perusahaan Facebook dan Instagram, Meta Platforms, menyusut US$31 miliar atau setara Rp445,78 triliun (kurs Rp14.380).
Dilansir dari CNN Business, saat ini Zuckerberg berada di urutan ujung ke-10 dari daftar orang terkaya versi Indeks Bloomberg Billionaires, hanya lebih kaya US$1 miliar dari Mukesh Ambani, miliarder asal India.
Pada Sabtu (5/2), indeks bergengsi tersebut mencatat kekayaan Zuckerberg senilai US$89,4 miliar, jauh di bawah taipan asal AS lainnya yang sebelumnya bersaing ketat dengannya, seperti Bill Gates, Warren Buffett, Jeff Bezos, hingga Elon Musk.
Kemerosotan kekayaan bos Instagram tersebut disebabkan keruntuhan saham Meta Platforms pada Jumat (4/2) karena kinerja keuangan kuartal keempat tahun lalu yang tak sesuai ekspektasi. Penurunan performa bisnis dikarenakan kompetisi bisnis yang semakin ketat.
Pengguna aktif harian Facebook di AS dan Kanada turun dibandingkan kuartal sebelumnya. Tak tanggung-tanggung, penurunannya cukup signifikan. Sementara, pengguna aktif TikTok, pesaing Facebook malah meningkat tajam.
"Visi sepenuhnya masih jauh dari terwujud dan meski tujuan kami jelas, tapi jalan di depan tak menentu," katanya kepada para analis, dikutip Jumat (4/2).
Seperti diketahui, saham Meta Platforms terjun bebas 26 persen, kehilangan US$240 miliar atau Rp3.451 triliun dana dari investor pada Jumat lalu.
Zuckerberg yang memiliki 398 juta saham atau setara 14,2 persen saham Meta otomatis rugi besar.
Tak cuma saham Meta, saham-saham teknologi AS pun jatuh. Pelaku pasar menyebut kejadian ini sebagai fenomena tech bubble seperti dua dekade silam.
Pemicunya, rencana bank sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga acuan. Diketahui, saham-saham teknologi sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter.
Pelaku pasar percaya kenaikan suku bunga akan mempengaruhi strategi bertumbuh yang selama ini diterapkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi.
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 778
Ilustrasi hipnotis
SitindaonNews.Com - Remaja perempuan inisial NW (17) jadi korban hipnotis sejumlah orang di tempat asalnya, Purwodadi, Jawa Tengah.
Korban dibawa pelaku ke Kawasan Kota Tua, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat pada Jumat (4/2/2022) kemarin.
Kanit Lantas Polsek Tamansari, Kompol Turyono menerangkan, korban bertemu dengan pelaku saat ingin berangkat kerja di daerah Purwodadi.
Pundak korban ditepuk pelaku hingga tidak sadarkan diri dan lalu dibawa ke Jakarta.
"Kemudian dia sampai di Mangga Dua, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, terus sama pelaku disuruh ngamen di Kota Tua," tuturnya, Sabtu (5/2/2022).
Setelah efek hipnotis menghilang, korban menyadari dirinya sudah di Jakarta dan hanya bisa menangis.
Tidak tahu harus ke mana, NW akhirnya mencari kantor polisi terdekat yaitu pos polisi lalu lintas di Jalan Kunir, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.
Polisi berpangkat melati satu itu yang sedang bertugas di lapangan mendapat laporan dari anggotanya.
Turyono bergegas menuju kantornya untuk mendengar kronologis secara langsung aksi hipnotis yang dialami remaja kelahiran tahun 2005 tersebut.
"Kami menanyakan alamat rumah dan nomor telepon keluarganya yang bisa dihubungi," ucap Kepala Unit Lantas Tamansari.
Remaja yang hampir menjadi tunawisma ini ternyata memiliki keluarga yang tinggal di kawasan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Aparat kepolisian mengantar anak itu ke rumah bibinya supaya tidak menjadi korban eksploitasi anak.
"Anak itu senang sekali ketika kami antar ke rumah bibinya, rencananya akan dibawa pulang kampung ke Pemalang, Jawa Tengah," katanya.
Sumber: tribunnews.com
- Details
- Category: News of the Day
- By ZA Sitindaon
- Hits: 330
Belajar ke China.
Banyak nitizen yang komentari saya terlalu menjadikan China sebagai contoh. Alasan saya sederhana. China penduduknya 5 kali lebih besar dari Indonesia. SDA China tidak lebih besar dari Indonesia. China menganut politik totaliteranian. Banyak hal yang saya tidak setuju dengan pembangunan China. Namun banyak juga saya setuju. Karena saya bukan akademis, saya terbiasa membaca realita yang ada dan mencari tahu dari orang orang yang mengalami realita itu. Mengapa begini? mengapa begitu. Itu sudah nature saya. Kan saya engga mungkin menjadikan Brunei atau Arab yang penduduknya lebih kecil dari Indonesia untuk hal yang berkaitan dengan social engineering.
Orang tua kami menasehati kami, banyak berjalan banyak dilihat. Lama hidup banyak dirasa. Banyak membaca, banyak paham. Artinya ilmu hikmah itu adalah pengalaman dan yang dialami.
Nabi pernah bersabda, “ Tuntutlah ilmu sampai ke negeri CHina. “ Tapi hadith ini dibantah sebagai hadith yang shohih. Alasannya Islam engga perlu belajar dari China dan lagi China itu komunis. Saya tidak akan berdebat apakah hadith itu salah atau benar. Karena sayapun saya tidak lahir di zaman Nabi. Berdebat soal dalil agama akan membuat saya semakin bego. Namun akal saya hanya melihat fakta sejarah. Dari memahami sejarah, kita akan sampai menemukan hikmah dibalik berbagai peristiwa.
Nabi Muhammad lahir di Mekah pada 570 dan wafat di Madinah tahun 632. Ketika Era Nabi, China berada di bawah Dinasti Tang yang kelak digantikan oleh Dinasti Song. Saat itu China mengalami Zaman. Keemasan” (Golden Age) karena maju pesat di berbagai bidang: pendidikan, seni, sastra, budaya, politik-pemerintahan, ekonomi, teknologi, dan lain sebagainya. Chang’an (kini Xi’an) sebagai ibu kota, menjelma menjadi kota kosmopolitan dan pusat peradaban yang masyhur kala itu. Banyak para sastrawan, sarjana, dan ilmuwan hebat lahir pada masa ini.
Bagaimana dengan sistem pemerintahan China ketika itu? Dinasti Tang menerapkan sistem pemerintahan terbuka. Hanya orang yang punya kapabilitas, kompetensi dan intelektualitas (bukan KKN) yang berhak duduk di pemerintahan. Proses seleksi sangat ketat dan terbuka. Pada Dinasti Tang pula sistem clearing perdagangan imbal beli dengan jaminan emas diperkenalkan keseluruh dunia. Yang menjadi mitra dagangnya seperti Arab, Persia, Maroko dan Afrika Utara dan Barat. Ini dihubungkan melalui Jalur Sutera (Silk Road). Untuk mendukung sistem perdagangan itu, Dinasti Tang menyediakan ribuan kapal dan pejelajah darat yang hebat. Juga menyediakan World trade Center bernama Fan Fang, untuk menampung para pedagang dan pelayar dari Timur Tengah dan Afrika ini.
Ketika itu Jeddah adalah pusat perdagangan dan pelayaran di Semenanjung Arabia. Kota pelabuhan ini ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai belahan dunia. Melalui mereka lah Nabi mendapat cerita kehebatan peradaban China. Mungkin alasan logis mengapa Nabi sampai mengeluarkan sabda bahwa tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Kelak, setelah Rasul wafat , Khalifah Usman bin Affan, menunjuk Sa’ad bin Abi Waqash pahlawan penakluk Persia untuk memimpin delegasi kaum Muslim ke China guna menjalin persahabatan dengan Dinasi Tang. Bahkan konon beliau wafat dan dimakamkan di China.
Ketika Arab masih era Jahiliah, Eropa masih gelap dan kelaparan, China sudah mengenal baju sutera dan tekhologi baja. Organisasi pemerintahan yang tertip. Artinya mereka lebih dulu mengenal peradaban modern. China sekarang adalah China yang bangkit dari sejarah lama dan belajar dari hal yang baik dimasa lalu dan memperbaiki hal yang buruk. Dan lagi Komunis di China baru ada di era Mao sampai sekarang. Namun itupun komunis China tidak mengubur budaya mereka. Mereka besar karena budayanya, bukan karena komunis. Lantas apa salahnya kitapun belajar dari China? Tentu untuk hal yang baik.
Oleh: Wawan Suwandi
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1317125818788261&id=100014725653904